Tag Archives: Tips

Ngapain Saja Saat Libur Natal dan Tahun Baru?

Kita yang merayakan Natal pasti akan sibuk mempersiapkan diri untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Selain acara-acara ibadah Natal di gereja dan banyak juga yang mengadakan acara-acara Natal di perkumpulan keluarga, marga, lingkungan, dan sebagainya.

Setelah itu, biasanya adalah masa-masa liburan. Biasanya, orang Kristen akan mengambil cuti tahunan di antara Natal dan Tahun Baru. Saya, rutin melakukannya sejak bekerja belasan tahun lalu. Apa saja kegiatan yang bisa kita lakukan pada saat cuti itu?

Ada yang akan mudik alias pulang kampung. Tapi kalau tak mudik, apa yang bisa kita lakukan?

Berlibur ke luar kota
Berlibur penting untuk me-recharge lagi semangat kita dalam memasuki tahun yang baru. Kalau kamu sudah berkeluarga, anak-anak yang bersekolah pun sudah memasuki liburan pada saat itu. Jadi, rancanglah piknik ke luar kota dengan cermat.

Kalau kamu rutin berlibur ke luar kota pada saat libur akhir tahun itu, kali ini coba deh mencari alternatif lain destinasimu. Jangan berdiam pada comfort zone, maksudnya, kalau sudah sering ke satu kota dan terbiasa dengan akomodasi dan destinasi di sana, lalu tak berani mencoba ke daerah lain yang belum pernah dikunjungi.

Kalau berlibur ke tempat baru dengan anggota keluargamu, usahakan sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Pesan hotel dan tiket perjalanan jauh-jauh hari. Kalau mengemudikan kendaraan sendiri, persiapkan kondisi mobil.

Bikin itinerary liburan yang mendetail, tentang destinasi yang bakal dikunjungi di sana, tentang tempat kulinernya, dan sebagainya. Berbagai informasi sudah bisa kamu telusuri di Internet.

Hitunglah budget. Jangan sampai kamu kehabisan uang di tempat tujuan.

Kalau kamu masih lajang dan suka dengan tantangan macam perjalanan ala backpacker, lakukanlah. Tapi selalu mempersiapkan diri dengan berbagai informasi yang kamu perlukan di tempat tujuan. Tentu jangan lupa, merancang perjalanan yang murah dari segi biaya, adalah tujuan backpacking kan?

Dulu sebelum menikah, pada libur akhir tahun saya akan pergi hiking atau berkemah di pantai. Melakukan kontemplasi di puncak gunung atau di tepi pantai itu sangat luar biasa rasanya. Cobalah.

Acara yang Bisa Kamu Bikin di Rumah

Kalau memang tak ada rencana bepergian ke luar kota, kita bisa merancang banyak kegiatan di rumah. Misalnya, bebersih rumah dan pekarangan dengan anak-anak. Aturlah hari khusus untuk kerja bakti di rumah.

Persiapkan camilan, minuman ringan, atau makanan kecil yang juga disukai anak-anak. Mereka akan senang diajak ikut membersihkan halaman, mencabut rumput, atau mengecat rumah dan pekarangan.

Tak usah membebani target pada anak-anak. Yang penting nikmati kebersamaan dengan mereka. Jangan mengkritik apa yang mereka kerjakan. Biarkan mereka melakukannya dengan gembira.

Kalau hendak memberikan reward atas bantuan mereka, ajaklah mereka jalan-jalan ke tempat rekreasi di dalam kota keesokan harinya atau ajak makan di luar rumah. Kalau pun tak memberikan reward, kebersamaan itu juga sudah merupakan hadiah yang sangat bernilai bagi mereka.

Selain kerja bakti, bisa juga bikin jamuan makan malam dengan keluarga besar di rumah. Undang keluarga besar ke rumah.

Tentu kamu harus mempersiapkan jamuan makannya. Jangan biarkan istri yang melakukan sendiri. Suami istri dan anak-anak bisa kok bersama-sama mempersiapkan santapan itu. Lagi-lagi kalian bisa menikmati kebersamaan di dapur.

Tak sekadar makan, bikinlah acara kecil-kecilan. Misalnya berdoa untuk beberapa pokok doa keluarga besar.

Setelah jamuan, bisa dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol atau melakukan permainan-permainan menyenangkan. Seperti board games, menonton siaran televisi atau DVD, dan sebagainya. Mengajak keluarga besar menginap di rumah pun bisa dilakukan setelah itu. Jangan lupa mempersiapkan segala sesuatu bagi mereka yang akan menginap.

Bersilaturahmi ke Keluarga Besar

Kamu juga bisa mengisi masa-masa liburan dengan berkunjung dan bersilaturahmi ke rumah keluarga besar yang ada di kotamu. Perjalanan ini akan tetap mengeratkan hubungan persaudaran, bertukar cerita dan kabar, dan anak-anak pun akan tetap mengenal keluarganya yang lain, tak hanya keluarga inti.

 

Foto: Pixabay/Pictureday

Solusi-Solusi Gampang di Sekitar Kamu – Bagian 2

Hidup tak perlu repot. Dengan langkah sederhana atau memanfaatkan benda-benda yang gampang kamu temukan di sekitarmu, kamu bisa mendapatkan solusi dalam mengatasi sejumlah persoalan sehari-hari yang rasanya rumit. Seperti disarikan dari Life Hack:

1. Ribet membuang bekas tangkai buah stroberi? Tusukkan sedotan plastik dari ujung buah stroberi sampai tembus ke pangkalnya.

2. Alarm ponsel kurang kencang. Taruh ponsel di dalam gelas kosong sebelum kamu tidur.

3. Gunakan karet gelang, lilitkan di tengah mulut kaleng cat sebagai alat kamu mengurangi cairan cat di ujung kuas. Sehingga bagian tepi kaleng tetap bersih dan tak penuh cat lagi.

4. Cairan mendidih buihnya luber melewati panci? Gunakan sendok kayu, letakkan melintang di atas panci. Buih tadi takkan luber lagi. Mengapa? Ini karena gelembung tadi pecah saat menyentuh sendok. Jangan gunakan sendok logam, sebab ia penghantar panas.

5. Ujung sandal jepit copot melulu, jepit ujungnya dengan penjepit plastik pembungkus roti tawar.

6. Penjepit plastik roti tawar ini juga bisa kamu tempelkan di ujung gulungan selotip, supaya kamu gampang menggunakan selotip itu lagi.

7. Kerah bajumu kurang rapi? Gunakan catokan rambut untuk merapikannya.

8. Gunakan huruf/karakter beraksen sebagai passwordmu. Tak seorang pun bisa menebaknya.

9. Sering kena pukul palu saat hendak memasang paku? Jepit paku dengan penjepit rambut atau tang, jangan dengan jarimu.

10. Kalau kamu di bar dan minumanmu belum habis, sementara kamu hendak pipis atau hendak pergi sejenak saja, tutup gelas dengan alasnya. Itu maknanya: “Saya akan kembali!”

Foto: Pixabay/Monoar

Solusi-Solusi Gampang di Sekitar Kamu – Bagian 1

Hidup tak perlu repot. Dengan langkah sederhana atau memanfaatkan benda-benda yang mudah kamu temukan di sekitarmu, kamu bisa mendapatkan solusi dalam mengatasi sejumlah persoalan sehari-hari yang rasanya rumit. Seperti disarikan dari Life Hack:

1. Kamu tahu post-it, kan? Ini adalah lembaran kertas kecil yang salah satu ujungnya mengandung perekat, jadi bisa ditempelkan. Kalau kamu punya post-it bekas yang akan dibuang, tahan dulu niatmu. Gunakan post-it bekas itu untuk membersihkan kotoran yang bersembunyi di sela-sela tombol keyboard komputer. Gunakan bagian post-it yang berperekat ya.

2. Dryer sheet adalah semacam tissue dengan pewangi, yang biasanya digunakan untuk mengeringkan pakaian. Lembaran dryer sheet ini bisa kamu pakai untuk mengurangi bau tak enak yang keluar dari alat penyejuk udara (AC). Cukup rekatkan lembaran dryer sheet di unit AC dan nyalakan.

3. Tak punya penopang saat kamu ingin menonton video di layar smartphone? Coba deh gunakan kacamatamu.

4. Tempat sampah becek dasarnya karena cairan dari sisa makanan? Taruh koran bekas di dasar tempat sampahmu untuk menyerapnya.

5. Sulit meletakkan buku resep di dapur saat kamu hendak memasak? Gunakan hanger baju berpenjepit.

6. Arahkan cahaya senter dari ponselmu ke dasar botol berisi air untuk mendapatkan pencahayaan yang lebih baik di tempat gelap.

7. Mencegah kabel charger melintir dan rusak, gunakan per dari pulpen.

8. Belepotan saat menuang adonan pancake ke wajan? Pindahkan adonan ke botol kecap yang bersih.

9. Sulit membedakan kunci yang bentuknya sama? Kenapa tak coba mewarnai kunci itu dengan cat kuku?

10. Isi selai cokelat sudah hampir habis. Bersihkan dengan memasukkan es krim ke dalamnya, dan nikmati sampai tandas.

Foto: Pexels/Pixabay

Belanja yang Cerdas, Biar Isi Dompet Tak Amblas

Belanja itu jelas menyenangkan, iya kan? Tapi seberapa banyak dari kita yang kemudian terjebak pada akhir yang menyesakkan. Terlalu banyak (atau asyik) belanja malah membuat kita terjebak masalah. Isi dompet bisa ‘amblas’.

Tak heran kalau ada yang bilang, belanja pun harus cerdas. Seperti apa belanja yang cerdas? Berikut tips praktisnya:

1. Pakai kartu kredit untuk belanja dalam nominal besar

Memang ada yang bilang, sebaiknya hindarilah kartu kredit, supaya kamu tak tercebur dalam masalah keuangan. Tapi percaya deh, masalah itu hanya akan kamu alami kalau kamu tak bertanggung jawab pada penggunaan kartu kredit.

Prinsipnya (Ingat terus ya!), saat punya kartu kredit jangan pernah berpikir kamu punya uang sebanyak limit kartu itu. Kalau punya anggapan begitu, alamat kamu akan jatuh.

Terkait dengan urusan belanja, penggunaan kartu kredit itu menguntungkan, sebab biasanya ada banyak program reward yang ditawarkan merchant atau bank. Kamu bisa dapat antara lain: cashback, potongan harga, airline miles, hadiah, dan sebagainya.

2. Riset, bandingkan

Sebelum belanja, pastikan kamu riset dulu toko atau merchant itu. Apakah pebelanja di sana selama ini puas? Bagaimana merchant itu menanggapi keluhan pelanggan? Bagaimana kualitas produknya menurut pengalaman pebelanja yang lain? dan sebagainya.

Tak ada salahnya membandingkan layanan satu toko dengan toko lain. Juga dalam soal harga. Saat hendak belanja keperluan sehari-hari di supermarket atau toko grosir, kamu bisa cek banyak website yang merilis katalog-katalog belanja. Kamu bisa lihat-lihat dulu, banding-bandingkan harga. Pikirkan juga lokasinya.

3. Bikin daftar belanja

Kalau kamu hendak berbelanja ke supermarket atau toko grosir, sebaiknya siapkanlah daftar belanjaan dan setia padanya. Ini supaya kamu tak berbelanja hal yang tak perlu. Saat sudah di toko dan hendak membeli sesuatu di luar daftar, coba tanyakan pada diri sendiri: “Apakah aku benar-benar memerlukan ini?” Kalau jawaban jujurnya tidak, maka abaikan barang itu.

4. Jangan belanja saat lapar

Sebuah penelitian yang pernah dimuat Reuters, menyatakan bahwa mereka yang pergi berbelanja saat lapar akan cenderung banyak membeli makanan tinggi kalori, junk food, bahkan makanan yang kurang sehat.

5. Tentukan budget dan patuhilah

Saat kamu hendak berbelanja keperluan khusus, misalnya kue ulang tahun, atau furnitur untuk ruang tamu, tentukan dulu budget yang realistis. Saat di toko, kalau barang yang kamu lihat tak sesuai budget, abaikan.

6. Pastikan yang kamu beli berfungsi baik

Terutama saat membeli peralatan elektronik dan sejenisnya. Pastikan barang itu berfungsi dan baik. Pastikan juga ada garansi atau bisa dikembalikan kalau ada masalah. Kalau ada dan sesampainya di rumah terjadi masalah, segeralah bawa kembali ke toko, jangan ditunda-tunda.

Foto: Pixabay/Alexas_Fotos

Tips Berselancar di Dunia Maya dengan Aman dan Nyaman

Penggunaan Internet di Indonesia pada masa kini memang luar biasa masif. Tapi bagaimana caranya supaya kita bisa aman dan nyaman di dunia maya? Berikut tips-tipsnya.

***

Penggunaan Internet di Indonesia pada masa kini memang luar biasa masif. Internetlivestats.com mencatat, pengguna Internet di Indonesia saat ini sudah mencapai 53 juta lebih, atau 20,4 persen dari total populasi 260 juta lebih.

Dibandingkan dengan dunia, pengguna Internet di Indonesia adalah 1,6 persen dari total 3,42 miliar pengguna Internet dunia. Perlu dicatat, berbagai riset meramalkan bahwa angka-angka itu masih akan terus bertambah.

Untuk apa saja Internet digunakan di Indonesia? Bermacam-macam. Mulai dari browsing informasi di dunia maya, media sosial, belanja online, dan sebagainya. Mulai dari hal-hal yang positif, sampai untuk melakukan kejahatan.

Melihat luasnya jangkauan dunia maya, kita perlu menggunakan Internet dengan bijak. Demi kebaikan diri sendiri dan tentunya orang lain. Perilaku baik ini juga perlu disebarluaskan, supaya lebih banyak lagi orang yang menggunakan Internet untuk kebaikan, bukan kejahatan.

Ada beberapa tips untuk berperilaku bijak saat kita beraktivitas di dunia maya:

Supaya Kita Aman

1. Hati-hati di tempat publik. Kita sering harus menginput data pribadi saat melakukan transaksi elektronik di dunia maya, baik itu yang berhubungan dengan masalah keuangan atau lainnya. Jangan lakukan hal semacam ini di komputer publik, misalnya di warnet atau perpustakaan umum. Saat ini ada banyak serangan kriminalitas di Internet, seperti phishing (situs palsu), spyware, dan virus atau malware. Sekarang kejahatan itu tujuannya bukan lagi untuk merusak komputer tapi untuk mencuri informasi penting kita, seperti password transaksi keuangan, dan sebagainya.

2. Waspadalah pada permintaan input data pribadi apalagi informasi keuangan, seperti nomor kartu kredit, informasi akun bank, dan sebagainya. Jangan share data ini di situs yang tak menyediakan fasilitas pengamanan transaksi. Bagaimana mengetahui fasilitas ini? Pertama, ada ikon gembok di sebelah alamat URL website itu. Kedua, alamat web itu akan berubah dari “http” ke “https” saat muncul permintaan pengisian data.

3. Berhati-hatilah membuka email dari sumber yang tak jelas, meski subject-nya ‘menggoda’. Bila perlu, tak usah dibuka, langsung buang saja ke kotak sampah. Fasilitas email provider saat ini sudah menyertakan fitur spam filter, manfaatkan itu dengan baik. Tak ada salahnya mengecek kotak spam, siapa tahu ada email penting yang nyasar ke sana, sebab itu mungkin saja. Tapi email-email aneh di kotak spam itu sebaiknya jangan diutak-atik. Secara periodik engine email akan menghapus isi kotak spam itu.

4. Aktifkan dan perbarui selalu software antivirus atau firewall di sistem komputer. Ini adalah sistem pertahanan untuk melindungi komputer atau perangkat mobile kita dari serangan program jahat (malware) dan sebagainya.

Supaya Kita Nyaman

1. Batasi waktu mengakses Internet. Misalnya, dua jam saja per hari. Jangan terlalu lama berselancar di dunia maya lalu kehilangan waktu-waktu berkualitas dengan keluarga. Kecuali saat kita di kantor atau memang bekerja dengan mengandalkan koneksi Internet. Di rumah, jangan berlebihan.

2. Tetapkan tujuan mau ngapain di dunia maya. Dengan adanya tujuan dan patuh pada tujuan, kita enggak akan ‘nyasar’. Apalagi sampai nyasar ke web-web yang tak pantas seperti situs pornografi dan sebagainya.

3. Manfaatkan media sosial untuk memposting hal-hal yang bermanfaat dan membangun orang lain, bukan menyebarkan pesan kebencian atau informasi palsu (hoax). Think before posting ya!

4. Manfaatkan Internet untuk kreativitas. Saat ini ada banyak platform yang bagus untuk membuat kita kreatif. Jadilah blogger dengan menulis atau memposting foto tentang segala sesuatu yang jadi passion kita. Kalau trafik tinggi, kita bisa meraih pendapatan tambahan dari sana. Atau bikinlah video-video yang menarik dan unggah ke YouTube. Kalau banyak yang menonton, kita juga bisa mendapatkan duit tambahan atau malah jadi selebriti. Intinya, manfaatkan Internet untuk hal-hal yang produktif dan menghasilkan.

5. Selain untuk mencari informasi, kita bisa jadikan Internet untuk menciptakan atau menyebarkan informasi. Saat ini ada banyak platform citizen journalism atau platform community sharing seperti Petra Online, tempat berbagi berita, cerita, informasi, atau apapun yang berguna bagi orang lain.

Selamat berselancar di Internet dengan aman dan nyaman ya!

DEDDY SINAGA

Foto: Janeb13/Pixabay

Berbagi Tips Sederhana Menulis

Akhir pekan lalu saya berkesempatan berbagi pengalaman dengan adik-adik siswa kelas 7 SMP Labschool Kebayoran dalam sebuah kelas menulis.

Di luar dugaan, kelas menulis kali ini diikuti lebih dari 100 orang. Saya tadinya mengira kelas ini hanya akan diikuti sekitar 30-an orang, seperti sebelumnya.

Tapi baiklah, tak ada masalah. Mulai dari teori sampai praktik, semua bisa ditangkap dengan baik oleh para siswa itu. Sebab, menulis itu sebetulnya tak sulit kok.

Saya akan memberikan ringkasan tentang apa yang disampaikan di sana. Jadi menulis itu intinya adalah mengomunikasikan segala ide atau pikiran kita kepada orang lain atau pembaca. Menulis ini luas maksudnya, bukan sekadar tulisan berita di media massa. Artikel populer atau postingan di media sosial, itu termasuk.

Menarik, bahwa banyak dari siswa itu ternyata masih menulis di buku diary. Anda tahu, diary adalah medium yang sangat bisa dipakai untuk mengasah kemampuan menulis. Saya sudah melakukannya sejak duduk di bangku SMP.

Kalau tak punya diary, pada masa kini ada banyak platform, terutama yang berbasis online, yang bisa dijadikan sarana menulis. Macam blog pribadi seperti WordPress atau Blogspot.

Atau blog sosial/komunitas macam Petra Online ini, tempat Anda bisa menulis apa saja yang terkait dengan kehidupan Kristiani sehari-hari.

Hanya saja, seringkali kita bingung kan? Ada banyak hal di luar sana, lantas apa yang akan kita tulis? Dari mana kita mulai?

Sebetulnya tak usah berpikir rumit. Mulailah menulis dari hal-hal yang berhubungan dengan diri Anda sendiri. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menemukan ide. Yang penting, jujurlah, jangan mengada-ada.

Apa saja yang berhubungan dengan diri Anda?

Pengalaman adalah sesuatu yang berhubungan atau dekat dengan Anda. Cerita tentang perjalananmu ke destinasi wisata yang sangat berkesan, misalnya, tentu akan sangat menarik dan bisa jadi menginspirasi orang lain yang kemudian jadi ingin ke sana.

Ceritakan dengan mendetail tentang perjalanan Anda ke sana, terutama tentang cara untuk sampai di sana, apa saja yang Anda saksikan, tentang kesan dominan, pengalaman tak terlupakan, dan sebagainya.

Pengalaman rohani juga adalah sesuatu yang layak untuk dituliskan sebagai inspirasi bagi orang lain. Tanpa perlu menggurui atau berkotbah, banyak dari kita bisa belajar dan menemukan cara Tuhan bekerja melalui kesaksian hidup orang lain.

Apa lagi? Keseharian Anda, keluarga, lingkungan tempat tinggal, komunitas, tentu sangat bisa Anda kisahkan kepada orang lain. Bagaimana Anda mengisi waktu di rumah dengan kakak atau adik atau anak. Atau tentang bagaimana Anda menyatakan hormat dan cinta pada orangtua, dan sebagainya.

Hobi? Tentu saja menarik untuk ditulis. Atau tentang dunia pekerjaan Anda. Siapa yang lebih tahu tentang kehidupan guru/sekolah, selain Anda  yang bekerja sebagai guru, bukan? Siapa yang lebih tahu mengenai dunia para peneliti selain dari peneliti?

Nah di luar hal-hal yang berkaitan dengan diri sendiri, Anda bisa mulai dengan ‘mengedarkan pandang’ ke sekeliling dan lihat, ada banyak hal yang bisa Anda tuliskan mengenai itu semua. Pasang mata, jeli melihat fenomena yang ada atau keresahan yang ada di sekeliling.

Pantau media sosial dan lihat apa yang sedang ramai ‘dipergunjingkan’ di sana. Semakin Anda menulis tentang sesuatu yang sedang ramai dibicarakan orang, semakin besar kemungkinan tulisan Anda akan banyak dibaca atau di-share oleh orang lain.

Setelah ide ada, mulailah menulis. Ada sebuah tips sederhana yang pernah disampaikan seorang senior di media tempat saya dulu bekerja. Tips untuk menulis adalah MENULIS SAJA! Intinya, kalau Anda ingin menulis, jangan kebanyakan mikir. Kalau sedang ada ide, langsung saja menulis. Atau minimal catat dulu di notes supaya tidak lupa untuk kemudian segera diolah.

Jangan terburu-buru ingin menulis dengan indah. Anda masih punya banyak waktu untuk menyunting tulisan itu. Lakukan itu, jangan terburu-buru mempublikasikannya.

Bikin judul yang menggoda. Juga awalan tulisan/lead yang menarik orang untuk terus membaca tulisan itu sampai akhir. Tak usah bertele-tele, lugas saja dalam berbahasa. Sampaikan langsung apa yang menjadi maksud Anda.

Last but not least, banyaklah membaca. Kenapa? Membaca itu akan membuka wawasan Anda lebih luas. Anda bisa mendapatkan banyak ide untuk menulis dari segala bacaan itu. Dengan membaca, Anda juga bisa memperkaya diksi.

Selamat menulis.

 

DEDDY SINAGA – Disadur dan ditulis ulang dari tulisan pribadi di CNN Indonesia Student (http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160926114859-445-161155/berbagi-tips-sederhana-menulis/)

Foto: leandrodecarvalhophoto/Pixabay

 

Pulau Tunda Punya Cerita

Ini adalah cara menikmati travelling dengan cara backpacking yang berkesan dan menyisakan pengalaman yang tak terlupakan. Jadi, pada 9-10 Juli 2016 lalu, saya berkesempatan melakukan wisata bahari ke Pulau Tunda, Serang, Banten.

Awalnya lumayan berpikir keras mencari tempat liburan mengingat itu bertepatan dengan liburan hari raya Idul Fitri dan libur anak sekolah. Terbayang kan kalau mau liburan ke pantai, pasti penuh sesak dan enggak bisa menikmati keindahan semesta (lebay…).

Eh ternyata salah satu TL-ku (tour leader) menyarankan ke Pulau Tunda. ”Sepi Kak,” katanya. “Bisa snorkeling sampai bosan,” tambahnya.

OK berangkat!!

Sebenarnya apa sih keistimewaan Pulau Tunda? Ternyata Pulau Tunda itu punya cerita,…

Awal mula nama pulau itu adalah ketika rombongan Sultan Hasanuddin dan ayahnya Syarif Hidayatullah tengah dalam perjalanan laut dari Banten menuju Cirebon.

Tiba-tiba datang badai dan angin kencang. Ombak menggulung-gulung sedemikian besarnya, sehingga Syarif Hidayatullah dan Sultan Hasanuddin memerintahkan awak kapal untuk singgah dulu di pulau terdekat.

Sultan Hasanuddin dan ayahnya serta rombongan kemudian singgah di sebuah pulau sambil menunggu cuaca membaik. Mereka terpaksa menunda perjalanan karena khawatir dengan cuaca yang memburuk itu.

Tahukan Anda, pulau yang dijadikan tempat singgah Sultan Hasanudin dan rombongan itu adalah Pulau Tunda, yang namanya diambil dari kisah perjalanan Sultan Hasanuddin ke Cirebon, yang terpaksa harus ditunda karena cuaca buruk.

Nah, menunda perjalanan ke Cirebon itu akhirnya diabadikan menjadi nama Pulau Tunda yang kita kenal selama ini.

Meski demikian, cerita ini tentu perlu dikaji lebih jauh. Apakah benar nama itu memang berasal dari perjalanan yang tertunda, atau hanya cerita semata.

Cerita itu sempat saya tanyakan pada Alay Sudirman, pemuda yang menjadi TL kami di Pulau Tunda, dan dia membenarkannya.

Alay juga bercerita bagaimana dia begitu berusaha supaya Pulau Tunda menjadi tempat wisata bahari yang mampu bersaing dengan pulau-pulau lainnya. Dia ingin sekali Pulau Tunda bisa seperti  wisata bahari Kepulauan Seribu, yang  tiap pulaunya punya cerita.

Mulai dari mengikuti kursus diving, snorkeling, sampai merenovasi rumahnya menjadi sebuah homestay (yang kami tempati kemarin).  Ah andaikata pemerintah kita melihat kegigihannya, pasti akan jauh lebih baik.

Nah penasaran kan dengan Pulau Tunda ?

Pulau Tunda  hanya berpenduduk sekitar 3.000 orang. Sudah ada fasilitas sekolah sampai tingkat SMP di sana. Listrik juga menyala, khususnya di puskesmas dan masjid, walaupun dibantu dengan genset.

Perjalanan ke Pulau Tunda

Perjalanan ke sana dimulai dari Slipi ke arah terminal Pakupatan, Serang. Kemudian kira-kira butuh satu jam menuju dermaga Karangantu. Sangat disayangkan kondisi jalan yang sedang diperbaiki, sehingga kami agak lama sampai di dermaga Karangantu.

Dari dermaga Karangantu kami menuju ke Pulau Tunda dengan menumpang perahu sederhana, bukan speedboat seperti yang biasa terlihat di Marina Ancol. Namanya juga  ala backpacker. Butuh waktu 2 jam perjalanan ke pulau itu.

Sesampainya di homestay, kami disambut dengan makan siang yang menggugah selera. Menunya sayur asem, sambal, ikan asin, tempe tahu, dan ikan goreng. Homestay kami tidak jauh dari dermaga Pulau Tunda. So sehabis makan siang, setelah istirahat sebentar, tak sabar kami melanjutkan wisata bahari alias snorkeling sekaligus foto-foto buat narsis.

Ada 5 spot yang kami akan kunjungi dalam 2 hari, yaitu:

  1. Spot 1 Villa barat
  2. Spot 2   Dermaga Barat/mercusuar
  3. Spot 3   Karang Donat/utara
  4. Spot 4  Tanjung Baja
  5. Spot  5 Tanjung Boong

 

Apa saja di Spot-Spot Itu 

Beberapa spot memiliki keindahan batu karang dan ikan yang luar biasa. Bisa  dibayangkan ketika kita berada di laut  lepas dan bisa melihat batu karang, yang seperti diatur tata letaknya. Begitu indah. Dan aneka ikan warni-warni, yang jarang kita temukan sehari hari (How Great Thou Art…)

Bagi pemula seperti saya, takjub saya dibuatnya! Sama seperti ketika melihat keindahan laut di Belitung, saya diingatkan kembali betapa Tuhan itu dalam menciptakan semua mahlukNya tidak dengan sembarangan. Dia menjadikan kita istimewa dan unik di mataNya. Semakin bersyukur dan bersyukur bisa menikmati keindahan alam buatanNya.

Karena di beberapa spot ada kumpulan karang yang lumayan banyak, diharapkan memakai alat snorkeling yang lengkap ya,  seperti memakai spin/kaki katak. Ini supaya kalian tidak terkena karang yang tajam.

Diharapkan pula untuk tidak menginjak karang, karena kita dapat merusaknya.

Jenis bintang lautnya juga berbeda dari perairan di Belitung. Warnanya biru tua, sedangkan di Belitung berwarna oranye. Tapi ingat ya sehabis berfoto foto dengan bintang laut, jangan dibawa pulang, harus dikembalikan ke laut lagi.

Di sela-sela waktu snorkeling di 5 spot, kami juga berkesempatan mengunjungi sebuah jembatan bernama Jembatan di Dermaga Galau. Lucu ya namanya. Cocok buat kamu yang sedang galau. Sebab di sini pemandangannya sangat bagus untuk foto-foto dan menikmati sunset atau sunrise. Atau untuk sekadar melamun. Hehehe.

Hanya satu yang tidak saya dapati, yaitu melihat kemunculan lumba-lumba. Padahal ini adalah salah satu daya tarik Pulau Tunda.

Demikianlah cerita perjalanan ala backpacker ke Pulau Tunda. Sangat menyenangkan dan kayaknya enggak bikin bosan. Suatu hari nanti saya harus kembali lagi ke sana, karena mungkin ada hatiku yang ‘tertunda’ di sana hahahahha.

Bagi teman-teman penggemar backpacking, selalu ingat ya. Jangan buang sampah sembarangan ke laut dan usahakan membawa plastik untuk menampung sampah-sampah kita di perjalanan. Jangan sekali-kali sampah dibuang ke laut.

Lets Go Tunda Island

Helvy Nainggolan

Foto-foto: dok.pribadi

 

 

“No Maid, No Cry” (Tips bertahan tanpa ART)

(Tips bertahan tanpa asisten rumah tangga)

Asisten rumah tangga sudah balik? Sudah? Waw. Selamat.
Ada yang belum balik? Waw. Selamat juga.
(‘Apaaa? Selamat?’ Mungkin ada yang protes.)
Bukan, bukan. Ini bukan sarkasme. Ini sungguh ucapan selamat.

ART kami juga belum kembali. Padahal baju-bajunya masih ditinggal dan janji kembali, tapi kemarin di SMS dia bilang bingung karena ditahan oleh ibunya. Jadi sekarang kami masih galau menyimpan tanya: Mau dibawa kemana hubungan kita…? 🙂
maid
Awalnya saya sungguh kuatir. Melebihi kuatir dari biasanya. Ibu-ibu memang sepertinya sudah dari sononya sering kuatir. Bahkan dalam sebuah film ada yang bilang: Tugas seorang ibu adalah untuk kuatir. Mengapa saya lebih kuatir?
Tahun kemarin neneknya masih ada. Rumah nenek dekat dengan rumah kami, jadi saya bisa titip anak-anak pada neneknya. Tapi tahun ini neneknya sudah tidak ada, tahun lalu berpulang. Hilanglah rasa aman terbesar saya!
Tapi sebenarnya masih ada kakek. Pastinya kakek tak bisa segesit nenek mengurus cucu, tapi justru si kakek perlu ditemani cucunya. Nah. Ini bisa mengurangi rasa kuatir tadi.

Tapi lalu saya ingat, setiap lebaran, selama ART mudik, anak-anak kami selalu turut membantu pekerjaan rumah (walaupun itu tidak selalu berjalan dengan mulus). Jadi, selamat yang maksudkan tadi adalah, selama ART tidak ada, anak-anak kita bisa belajar mandiri, belajar bekerja dan belajar memiliki tanggung-jawab, serta keakraban keluarga pun makin terasa dengan kerjasama.  Jadi, selamat menikmati kerjasama dengan anak-anak di rumah.

Tahun ini anak sulung saya masuk SMP. Artinya dia sudah lebih bisa diberikan tanggung-jawab yang lebih besar. Kali ini, anak saya sudah mulai bisa mengulek bumbu masakan. Tahun sebelumnya hanya mau menyeterika dan mencuci piring. Dia tidak suka menyapu dan mengepel. Jadi tugas ini saya serahkan pada adiknya. Adiknya yang masih kelas 2 SD mau melakukan tugas itu walau hasilnya jauh dari memuaskan. Bukannya bersih, rumah makin berantakan dan becek, hahaha…

Tapi saya senang. Sekalipun yang diseterika anak saya hanya baju-baju mereka dan hanya mencuci sendok-piring-gelas (mencuci alat yang besar seperti panci presto tidak mau), itu sudah sangat membantu saya.

Jangan salah. Meminta anak-anak untuk membantu di rumah bukanlah hal mudah. Untuk memanggilnya keluar kamar saja mungkin saya perlu 573 kali panggilan (lebay, hehe). Lalu untuk memintanya mencuci piring misalnya, saya perlu beberapa cara (Jika cara nomor 1 tidak berhasil, lanjut ke cara nomor berikutnya, dan seterusnya) seperti berikut:
1. Meminta. (Tolonglah, Sayang…)
2. Membujuk. (Nanti uang jajanmu ditambah...)
3. Memaksa. (Kamu pilih, mau menyapu atau mencuci piring, atau menyikat kamar mandi?)
4. Mengancam. (Kalau kamu tidak mau, kamu tidak boleh main HP lagi!)Kebetulan cara-cara ini, pada akhirnya, selalu berhasil. Hehehe…Setelah anak mau membantu pekerjaan rumah tangga, jangan lupa berikan pujian dan ucapan terima kasih. Juga kalau ada iming-iming atau janji, harus ditepati. Itu akan memotivasi mereka lebih rajin membantu lagi.

Saya dan suami bekerja. Jadi otomatis kami berempat harus bangun pagi. Anak-anak ke sekolah, orangtua ke kantor. Untuk menghindari bangun terlalu pagi, saya menyiapkan semua bumbu dan bahan masakan di malam hari, dan tinggal diolah besok paginya.

Tempat bekal makan siang kita semua, juga sudah saya siapkan di atas meja dapur, tinggal diisi besok paginya. Seragam anak-anak sudah disiapkan di malam hari termasuk baju dalaman, kaus kaki dan sepatu. Demikian juga tas sekolah dan segala isinya.

Menyiapkan bahan masakan di malam hari memang lebih hemat waktu. Sebenarnya ada cara lain yang lebih efisien, yaitu katering sehat. Kebetulan saya punya kenalan yang biasa memasak katering dalam jumlah kecil. Kita bisa pesan beberapa jenis lauk, misalnya pepes ikan, nugget dan daging kecap untuk stok beberapa hari dan disimpan di freezer. Dikeluarkan secukupnya untuk dikonsumsi tiap hari dengan menu berbeda.

Kalau musim libur lebaran kita masih bisa cuci sendiri, tapi mungkin akan terasa berat jika sudah mulai bekerja. Pulang kantor, mencuci dan menyeterika bisa dilakukan tapi akan melelahkan. Solusi yang lebih efisien untuk hal ini adalah cuci kiloan. Murah dan praktis. Memang butuh waktu beberapa hari, tapi kita bisa atur baju mana yang perlu cepat dipakai, yang bisa kita cuci sendiri.

Tinggalkan nomor telepon kantor dan ponsel, yang ditulis besar-besar di dekat meja telepon, agar anak bisa menghubungi kita kapan saja. Jika anak sudah punya ponsel, akan lebih praktis. Jika memungkinkan, usahakanlah menelepon anak minimal dua kali dalam sehari, untuk mengecek apakah mereka sudah di rumah, sudah makan/mandi dan sudah mengerjakan tugas.

Tips lainnya lagi, jika ART belum balik,  untuk bisa turut menjaga rumah dan anak-anak, milikilah hubungan yang baik dengan tetangga dan penjaga lingkungan (contohnya satpam kompleks). Menitipkan rumah kepada satpam atau tetangga yang kenal baik akan sangat membantu.
Kalau pulang kantor malam hari anda sudah kelelahan dan belum sempat merapikan rumah, ibu-ibu, janganlah terlalu galau. Biarkanlah rumah sesekali kurang rapi. Duduk saja dengan anak-anak dan suami, singkirkan ponsel, bertukar cerita kejadian di sekolah hari ini sebelum tidur. Atau jika sempat, mari menemani mereka belajar.
Seorang Ibu memang bangun paling dulu dan tidur paling akhir. Makan paling belakang dan selesai paling dulu. (Nah kalimat terakhir ini adalah tambahan dari pengalaman pribadi :)).
Seperti kata Kitab Amsal: Istri yang cakap, bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya. Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.

Berbahagialah menjadi ibu yang sibuk dan letih. Nikmatilah ‘kekacauan’ ini, karena ini tak lama. Sebentar lagi mereka akan beranjak dewasa dan kita akan rindu masa-masa menggemaskan ini.

Dan tetap bersyukurlah pada Tuhan. Kau repot mengurus rumah, tandanya kau punya rumah. Pontang-panting mengurus anak, tandanya punya anak. Semua itu berkat Tuhan. Semua itu layak disyukuri.  Jadi nikmatilah. Relax and enjoy.

NB. Tapi Si mbak kira-kira balik nggak, ya? 🙂

Almino Situmorang

Foto: jarmoluk/pixabay

Berbagi Tips Membangunkan Anak

Anak-anak sudah mulai sekolah. Mulai deh rutinitas harian orangtua saban pagi, yaitu membangunkan mereka untuk bersiap-siap berangkat sekolah.

Rutinitas ini ada yang mudah bagi sebagian orangtua, ada juga yang sulit. Tiap-tiap keluarga punya cara yang berbeda-beda untuk membangunkan putra-putrinya. Simak yuk cerita mereka:

Shanty Gloria
Tinggal di Jakarta, punya anak yang baru masuk SMA.

Saya membangunkan anak jam 05.00, tapi tak apa kalau kemudian dari tempat tidur dia pindah tidur sebentar di kursi, setelah itu dia saya suruh mandi. Setelah mandi, anak akan pakai baju sendiri, lalu sarapan. Kalau diantar dengan mobil, enggak apa-apa dia tidur sebentar di mobil kalau lalu lintas macet.

Samuel Lapudo’oh
Tinggal di Yogyakarta, ayah dari PJ yang duduk di kelas 8 Jogja Patriae Academy (semi home-school)

Saya tidak menyarankan anak dibangunkan terlalu pagi. Orangtua saja tidak suka, apalagi anak-anak kan? Biasanya sih anak bangun paling cepat jam 06.30. Sekolahnya sendiri dimulai jam 08.00. Karena tinggal di Yogyakarta, semua bisa dilakukan dalam range waktu 30 menit. Kecuali kalau musik mudik atau long weekend.

Sarwendah Palupi
Tinggal di Pekayon, Bekasi. Ibu dari Dani, kelas 4 di SDK Marsudirini.

Kalau sekolahnya menyenangkan, anak pasti mau bangun pagi. Seperti Toto Chan. Heheh

Rachel Rosalyn
Tinggal di Jakarta, ibu dari William Benjamin umur 2,5 tahun dan baru masuk PAUD.

Anakku tidak kukasih bobo siang biar tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi. Soalnya kalau dikasih bobo siang 2-3 jam, malamnya dia tidur terlalu larut, bisa sampai jam 01.00, atau bahkan pernah sampai jam 02.00. Jadi bangunnya malah kesiangan.

Linda Saerang
Tinggal di Bekasi, ibu dari Azarya yang duduk di kelas 3 SMP.

Anakku susah bangunnya terutama hari Senin karena hari Minggu biasanya full kegiatan, seperti ibadah dan main dengan teman-temannya di gereja. Jadi perlu tiga tahap. Dibangunkan, dia pindah ke sofa. Dibangunkan lagi, pindah ke kamarku. Akhirnya, diancam dengan kata-kata: “Jemputan datang, ditinggal ya!” baru benar-benar bangun.

Natalia Tobing
Tinggal di Jakarta, Guru TK Tutor Time Kebon Jeruk.

Pastikan anak tidur paling lambat jam 21.00 sehingga durasi tidurnya cukup. Jangan main game selama 5 hari kecuali Sabtu dan Minggu. Bisa bangunkan anak dimulai dengan mematikan AC dan lampu, buka jendela. Lakukan sambil memanggil nama anak untuk membangunkannya. Contoh: “Nuel, bangun yuk.” Berkali-kali sampai si anak bosan mendengarnya. Hehe

Seru ya berbagai pengalaman orangtua dalam membangunkan anak. Apa pengalamanmu?

 

Foto: condesign/pixabay

Mempersiapkan Anak Masuk TK

Senin ini (18/7) adalah hari pertama sekolah. Anak Anda mungkin ada yang baru masuk Taman Kanak-Kanak.

Coba cek, apakah Anda sudah melakukan hal-hal berikut ini untuk mempersiapkan anak masuk TK:

1. Ajak anak touring sekolah, terutama sebelum mendaftar.

2. Ajak anak untuk bermain di kelas yang akan sesuai umurnya pada saat itu. Lalu orang tua sebisa mungkin melihat fasilitas dan guru-gurunya. Kalau memungkinkan berbicara dengan guru kelasnya untuk mendapat kesan pertama.

3. Lakukan Free Trial untuk melihat reaksi anak, aktivitas, dan aksi guru. Catatan free trial tidak menjamin seorang anak akan suka atau tidak suka datang ke kelas. Tapi ini penting.

4. Di rumah katakan pada anak bahwa di sekolah ada banyak hal yang menyenangkan, seperti: bermain dengan teman, banyak teman, banyak mainan. Katakan segala hal yang membuat anak tertarik datang ke sekolah.

5. kalau memungkinkan jangan paksa anak memakai baju seragam. Minta izin kepada gurunya untuk memakai baju rumahan, agar ada kesan seperti di rumah.

6. kalau anak belum bisa menyesuailan dirinya dengan lingkungan yang baru dan itu ditunjukan dengan menangis, alangkah baiknya anak ditemani oleh orang tua di dalam kelas, dan lihat kondisinya siap atau tidak siap dtinggal. Orang yang dikenal oleh anak bisa juga menemaninya, kalau orang tuanya tidak sempat. Orang tua perlu menginformasikan yang penting diketahui oleh guru atau sekolah mengenai anak, seperti makanan, kebiasaan, kesehatan, karakter, dan lain-lain.

7. Ajak anak bercerita tentang aktivitas yang dilakukan pada hari itu, karena TK adalah taman bermain dan berteman banyak, maka tanyakan: Bermain apa hari ini? Bermain dengan siapa hari ini? Ibu Guru mengajak kamu main apa hari ini? Setiap hari lakukan hingga anak ada mengalami rutinitas, dan akhirnya mau bercerita dengan sendirinya.

Semoga sang anak senang terus datang ke sekolah.

NATALIA TOBING

Foto: OmarMedinaFilms/Pixabay