Author: Deddy Sinaga

Belanja yang Cerdas, Biar Isi Dompet Tak Amblas

Belanja itu jelas menyenangkan, iya kan? Tapi seberapa banyak dari kita yang kemudian terjebak pada akhir yang menyesakkan. Terlalu banyak (atau asyik) belanja malah membuat kita terjebak masalah. Isi dompet bisa ‘amblas’.

Tak heran kalau ada yang bilang, belanja pun harus cerdas. Seperti apa belanja yang cerdas? Berikut tips praktisnya:

1. Pakai kartu kredit untuk belanja dalam nominal besar

Memang ada yang bilang, sebaiknya hindarilah kartu kredit, supaya kamu tak tercebur dalam masalah keuangan. Tapi percaya deh, masalah itu hanya akan kamu alami kalau kamu tak bertanggung jawab pada penggunaan kartu kredit.

Prinsipnya (Ingat terus ya!), saat punya kartu kredit jangan pernah berpikir kamu punya uang sebanyak limit kartu itu. Kalau punya anggapan begitu, alamat kamu akan jatuh.

Terkait dengan urusan belanja, penggunaan kartu kredit itu menguntungkan, sebab biasanya ada banyak program reward yang ditawarkan merchant atau bank. Kamu bisa dapat antara lain: cashback, potongan harga, airline miles, hadiah, dan sebagainya.

2. Riset, bandingkan

Sebelum belanja, pastikan kamu riset dulu toko atau merchant itu. Apakah pebelanja di sana selama ini puas? Bagaimana merchant itu menanggapi keluhan pelanggan? Bagaimana kualitas produknya menurut pengalaman pebelanja yang lain? dan sebagainya.

Tak ada salahnya membandingkan layanan satu toko dengan toko lain. Juga dalam soal harga. Saat hendak belanja keperluan sehari-hari di supermarket atau toko grosir, kamu bisa cek banyak website yang merilis katalog-katalog belanja. Kamu bisa lihat-lihat dulu, banding-bandingkan harga. Pikirkan juga lokasinya.

3. Bikin daftar belanja

Kalau kamu hendak berbelanja ke supermarket atau toko grosir, sebaiknya siapkanlah daftar belanjaan dan setia padanya. Ini supaya kamu tak berbelanja hal yang tak perlu. Saat sudah di toko dan hendak membeli sesuatu di luar daftar, coba tanyakan pada diri sendiri: “Apakah aku benar-benar memerlukan ini?” Kalau jawaban jujurnya tidak, maka abaikan barang itu.

4. Jangan belanja saat lapar

Sebuah penelitian yang pernah dimuat Reuters, menyatakan bahwa mereka yang pergi berbelanja saat lapar akan cenderung banyak membeli makanan tinggi kalori, junk food, bahkan makanan yang kurang sehat.

5. Tentukan budget dan patuhilah

Saat kamu hendak berbelanja keperluan khusus, misalnya kue ulang tahun, atau furnitur untuk ruang tamu, tentukan dulu budget yang realistis. Saat di toko, kalau barang yang kamu lihat tak sesuai budget, abaikan.

6. Pastikan yang kamu beli berfungsi baik

Terutama saat membeli peralatan elektronik dan sejenisnya. Pastikan barang itu berfungsi dan baik. Pastikan juga ada garansi atau bisa dikembalikan kalau ada masalah. Kalau ada dan sesampainya di rumah terjadi masalah, segeralah bawa kembali ke toko, jangan ditunda-tunda.

Foto: Pixabay/Alexas_Fotos

Bertindaklah, Bangkitkan Pikiran Positifmu

Berpikir positif bisa memberikanmu perubahan hidup yang positif. Itu menyehatkan jiwa dan ragamu.

Tapi kadang-kadang, ada situasi di mana kamu kesulitan membangun pikiran positif. Yang timbul malah pikiran negatif, pikiran buruk, yang akan menggerogoti energimu.

Karena itu, bertindaklah. Jangan biarkan pikiran negatif menguasaimu. Berikut ini ada 10 tips yang bisa membantu:

1. Bergaullah dengan mereka yang positif
Kalau kita dikelilingi oleh orang yang sehari-harinya komplain melulu, marah melulu, pikiran negatif mereka bisa menular lho. Karena itu, lebih baik bergaul dengan orang-orang positif, yang akan menularkan energi positif padamu dan malah itu bisa jadi kebiasaanmu. Catat, akan sulit jadi negatif ketika semua orang di sekelilingmu sangat positif.

2. Jangan bermain role of victim
Ketika kamu berhadapan dengan masalah jangan merasa sebagai korban dan menyalahkan orang lain. Akuilah bahwa kamu juga berperan pada timbulnya masalah itu dan bertanggung jawablah. Dengan begitu kamu akan belajar dari kesalahan dan tak menyalahkan orang lain.

3. Berbagilah
Kamu bisa menjadi sukarelawan dalam berbagai aksi sosial. Membantu orang lain akan memberikan sudut pandang baru padamu dalam melihat dunia dan membantumu berpikir positif.

4. Bacalah hal-hal yang positif dan inspiratif
Pakai waktumu untuk membaca sesuatu yang mendorong pikiran positif. Misalnya membaca Kitab Suci, buku dengan kutipan-kutipan inspiratif, dan sebagainya.

5. Buang pikiran negatif
Selama masih ada pikiran negatif di kepalamu, kamu tidak akan bisa memberikan tempat untuk pikiran positif. Buanglah kata-kata seperti “Aku selalu bikin kacau” atau “Aku tak pernah bisa”. Kalau terjadi kekacauan, berpikirlah, “Baiklah, aku sungguh-sungguh belajar dari pengalaman ini.”

6. Kejar tujuan
Kalau kamu sudah mempunyai tujuan, adanya masalah akan membangkitkan motivasimu untuk mengatasi masalah itu, karena fokusmu pada tujuan.

7. Ingat, konsekuensi pikiran negatif
Pikiran negatif hanya akan membuatmu kurang berusaha, alhasil, peluangmu berhasil juga akan berkurang.

8. Bantu orang lain
Terbiasa memuji orang lain dengan tulus dan menawarkan bantuan, akan membuat perasaanmu lebih baik.

9. Berterima kasih dan bersyukur
Dengan bersyukur dan berterima kasih pada apa yang sudah kamu alami setiap hari. Bikin daftar, apa saja yang kamu syukuri dan pantas kamu berikan terima kasih. Lihat, pada akhirnya, itu akan menjadi kebiasaanmu.

10. Merawat fisik dan mental
Berikan tubuhmu istirahat yang cukup supaya kamu bisa meraup energi baru. Kelola stresmu dengan baik, supaya kamu punya banyak energi untuk berpikir positif.

Foto: Pixabay/Geralt

Surat untuk Intan

Intan Olivia Marbun. Kudengar kau sudah pulang nak. Sonang ma ho dilambung ni Tuhani, da boru.

Pasti amang dan inongmu berkeluh, cepat kali nak? Belum puas pasti mereka menyayangimu. Melihat kau tumbuh besar. Kelucuanmu pasti takkan bisa mereka lupakan seumur hidupnya.

Tapi aku yakin, tabahnya mereka itu. Sebab kekuatan untuk menanggung semua itu bukan dari diri mereka sendiri, kan? Tapi datangnya dari Tuhan.

Karena Tuhan sendiri yang bilang sama kita di Matius 11:28. “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Kurasa, karena Tuhan itu terlalu sayangnya sama kau nak. Jadi, dipanggil-Nya kau pulang cepat-cepat. Meski caramu pulang, tak seorang pun ingin membayangkannya.

Tapi entahlah dengan pelempar bom itu ya nak. Tak bisa kutebak kedalaman hatinya. Apakah di hatinya sama sekali tak ada cinta?

Atau jangan-jangan, karena hatinya memang sudah keras, nak. Sekeras batu oleh kesumat, oleh kemarahan, oleh kebencian. Tak tahu pun kita apa sebabnya, apa alasannya.

Entah alat pengukur apa yang bisa mengukur kedalaman kebencian dalam hati, nak. Kalau bisa diukur, mungkin bisa kita cari tahu, apa sesungguhnya obat untuk menyembuhkannya.

Tapi biarpun begitu, kumaafkannya dia nak. Orangtuamu pun pasti juga sudah memaafkannya.

Sebab, dalam Doa yang diajarkan Yesus sama kita, kan sudah selalu kita bilang: “Ampunilah kami akan dosa-dosa kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.”

Hanya saja, Intan, boru nami. Sedihnya hati ini saat melihat kebencian semacam yang diperlihatkan orang-orang itu, ternyata merajalela di dunia ini. Di Afrika sana. Di Suriah. Di Irak. Dan masih banyak lagi.

Nyawa manusia terlalu murah. Anak-anak, perempuan, pemuda, orangtua, dikorbankan hanya demi kepentingan sesaat, hanya untuk memuaskan syahwat.

Agak khawatir aku nak. Pengebom dan para otak di baliknya itu, atau siapapun, hendak membawa kebencian yang merusak itu ke negeri kita yang bineka tunggal ika ini. Tolong sampaikan pada Bapa di Surga ya nak, tolong jauhkan negeri ini dari kerusakan seperti itu.

Tapi, kekhawatiranku tak besar-besar kali kok, boru. Kenapa? Karena Allah Bapa di Surga sudah berjanji melindungi kami yang kau tinggalkan kan? Dan tak ada kesulitan yang terlalu besar yang tak bisa ditanggung orang yang berharap padaNya, kan?

Dann.. ada satu lagi hal yang bikin aku pun tak terlalu khawatir. Karena masih banyak orang baik di negeri ini, boru.

Mereka orang baik yang bisa menghargai perbedaan. Orang baik yang tahu bertimbang rasa. Mudah-mudahan kami yang tertinggal ini dan orang-orang baik itu, bisa sama-sama memperjuangkan negeri kita ini supaya menjadi besar bersama keragamannya.

***

Kalau kulihat fotomu yang manis itu, Intan Olivia Marbun, langsung teringatnya aku sama putra terkecilku. Kuperkenalkanlah sama kau ya. Namanya Yabes. Sebentar lagi dua tahun umurnya. Hampir dekatlah sama umurmu kan?

Lucu kali dia itu yang sedang belajar bicara. Pula tak bisa diam berlarian ke sana kemari seperti tak pernah kehabisan energi.

Kadang dia bikin kesal juga kalau sudah marah atau memaksakan sesuatu. Tapi tak kurang-kurang sayang kami, orangtuanya.

Kudoakan supaya panjang umurnya. Bisa tumbuh besar dia dan menjadi saksi bagaimana Indonesia tetap bisa berdiri. Biar dia ikut menjadi salah satu penjaga bineka tunggal ika ini.

Kalaupun tidak begitu, tak apa-apa. Belajarnya kami ini tentang rasa kehilangan, seperti halnya kedua orangtuamu, boru.

Dan yakinlah kami, takkan habis Intan-Intan dan Yabes-Yabes lain di negeri ini, yang akan besar dan menjadi penjaga keberagaman ini.

Dan hari ini kutanamkan juga dalam hati, bahwa kepergianmu tak sia-sia sama sekali.

Baik-baiklah di sana ya boru.

#RIPintan #we4give

Foto: Istimewa/Detikcom

Bukti ‘Penistaan’ Raja Hizkia Terhadap Kuil-Kuil Berhala

Arkeolog telah menggali sebuah situs di kota kuno di Israel dan menemukan bukti-bukti bagaimana raja Hizkia, yang pernah memerintah Yehuda, menghancurkan kuil-kuil penyembahan berhala.

***

Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan.
(2 Raja-Raja 18:4)

Cuplikan kisah dari Alkitab itu menggambarkan bagaimana Raja Hizkia di Yehuda menghancurkan kuil-kuil penyembahan berhala. Hizkia adalah putra Raja Ahas. Dia naik tahta pada usia 25 tahun dan memerintah selama 29 tahun. Masa pemerintahannya adalah tahun 729 Sebelum Masehi (SM) sampai 687 SM.

Kisah penghancuran yang disebut pada 2 Raja-Raja 18:4 itulah yang kemudian terbukti secara arkeologis melalui ekskavasi di reruntuhan kota Tel Lachish di Israel. Penggalian dilakukan oleh Israel Antiquities Authority (IAA) bersama arkeolog dari Inggris dan Universitas Tel Aviv, pada Januari-Maret lalu.

Mereka menggali di gerbang kuno menuju kota itu. Kota ini pada masa lalu terbilang kota yang penting, setelah Yerusalem. Hasilnya, ditemukan jejak kuil dari abad ke-8 SM.

Gerbang Kota Lachish yang memiliki panjang 24 meter itu memiliki 6 ruang, yang berisi tanda-tanda kehidupan di kota itu pada masa lalu.

Seperti digambarkan di Alkitab, banyak aktivitas yang dilakukan di gerbang kota. Nah, begitu pun gerbang Kota Lachish. Di dalam gerbang itu ditemukan banyak artefak, termasuk kursi-kursi bagi para tetua, hakim, gubernur, raja, dan bangsawan.

“Bangku-bangku itu kami temukan dalam penggalian,” tutur Sa’ar Ganor, direktur penggalian itu.

Artefak-artefak lain memperlihatkan jejak-jejak kerajaan Yehuda. Yang menarik, pada satu ruang ditemukan sebuah kuil yang dindingnya diplaster putih dan dua altar yang sudut-sudutnya bertanduk, tapi sudah terpotong.

Pemotongan itu diduga merupakan atribusi kepada Raja Hizkia dan tanda bagaimana kegiatan keagamaan disentralisasi di Yerusalem dan penyembahan berhala di luar Yerusalem dihancurkan.

Lantas, bukti lainnya adalah penemuan sebuah toilet yang dipasang di tempat paling suci di kuil itu. Ini bukan berarti bahwa kuil itu berfungsi juga sebagai tempat buang hajat.

Penempatan toilet di tempat suci pada masa itu adalah simbol bahwa peribadatan di kuil itu sudah dihapuskan. Itu adalah bentuk ‘penistaan’ resmi.

Tanda bahwa itu simbol, dari hasil pemeriksaan para ahli itu, toilet itu memang tak pernah dipakai.

Konsep ‘penistaan’ di tempat penyembahan berhala juga pernah dicatat di Alkitab, saat raja Yehu menghancurkan rumah Ba’al.

Seperti dijelaskan pada 2 Raja-Raja 10:27: “Mereka merobohkan tugu berhala Baal itu, merobohkan juga rumah Baal, dan membuatnya menjadi jamban; begitulah sampai hari ini.” 

Ini pertama kalinya kisah di 2 Raja-Raja 10:27 terkonfirmasi secara arkeologis.

Gerbang Kota Lachish sendiri sedang dalam proses konservasi, supaya bisa dikunjungi oleh masyarakat.

Foto: Screenshot dari DailyMail/copyright pada Israel Antiquities Authority

5 Organ Manusia yang Belum Tahu Apa Gunanya

Coba perhatikan tubuhmu dan organ-organnya. Setidaknya ada lima bagian tubuh atau organ, yang sampai saat ini belum bisa dipastikan benar apa sebetulnya gunanya bagi tubuh kita.

Para ilmuwan memiliki penjelasan ilmiah bagaimana bagian tubuh atau organ itu ada. Tapi fungsi atau gunanya, sampai saat ini masih jadi tanda tanya. Lantas buat apa Tuhan menciptakannya?

Apa saja organ atau bagian tubuh itu? Simak yuk:

#Pertama, puting lelaki

Pernahkah kita bertanya, untuk apa lelaki punya puting, toh tak bisa dipakai untuk menyusui? Pertanyaan yang sama juga sudah ditanyakan oleh Charles Darwin lho.

Idenya Darwin, dulu lelaki dan perempuan sama-sama bisa menyusui. Tapi lelaki kemudian mengalami kesulitan karena tak terlalu bisa membesarkan keturunannya, berbeda dengan perempuan.

Tapi, menurut ilmuwan, alasannya lebih pada masalah pertumbuhan.

Saat embrio tumbuh dalam rahim, kalau tak ada gangguan, embrio akan jadi perempuan. Pada pekan keempat, jalur susu tumbuh berupa jaringan tipis dari ketiak ke dada dan kemudian membentuk dua puting.

Nah, kalau tiba-tiba kromosom Y muncul, embrio pun menjadi lelaki dengan menghasilkan faktor-faktor yang menghambat perkembangan stuktur perempuan. Termasuk menghambat jalur susu tadi.

Perbedaan kelamin terlihat pada pekan ketujuh, di mana gonad (kelenjar kelamin) mulai berubah, jadi testis atau ovarium. Jadi, puting sudah muncul sebelum jenis kelamin embrio dipastikan.

#Kedua, usus buntu

Usus buntu atau disebut juga appendix adalah kantung kecil yang menempel ke usus halus manusia. Kantung ini sama sekali tak berperan pada urusan pencernaan manusia. Faktanya, 1 dari 20 manusia harus dioperasi karena usus buntunya meradang.

Berbeda dengan vertebrata pemakan tumbuhan, appendix mereka berperan dalam sistem pencernaan.

Ada anggapan bernada bercanda yang mengatakan, usus buntu itu diciptakan Tuhan hanya supaya dokter bedah selalu punya pekerjaan.

Tapi, setidaknya sebuah penelitian pada 2009 menemukan bahwa usus buntu sepertinya berguna untuk menyimpan bakteri-bakteri yang berguna bagi tubuh manusia. Bakteri ini mencegah kita mengalami diare.

#Ketiga, tulang ekor
Kita juga punya tulang ekor, tapi ke mana ekornya? Kalau menurut teori evolusi, nenek moyang manusia itu adalah makhluk berekor. Ekor pada mamalia berguna untuk keseimbangan. Tapi lantaran manusia sudah berjalan, ekor tak diperlukan lagi. Evolusi kemudian menyatukannya jadi bagian tulang punggung yang kemudian disebut coccyx.

#Keempat, arrector pili dan bulu rambut

Di pangkal rambut dan bulu kita ada yang namanya otot arrector pili, yang biasanya aktif saat kita mengalami ketakutan atau kedinginan. Biasa disebut juga merinding.

Tapi apa kegunaan arrector pili dan bulu rambut bagi manusia sendiri masih jadi tanda tanya bagi para ilmuwan.

Kalau pada hewan mamalia jelas, arrector pili dan bulu gunanya untuk penyumbatan udara dan panas tubuh, sehingga dia tak kedinginan. Saat bulu hewan berdiri, itu juga berguna untuk pertahanan diri dari predator, untuk menakut-nakuti.

Tapi pada manusia? Merinding tak membuat panas tubuh atau udara dalam tubuh tersumbat, kan? Sebab bulu rambut kita terlalu kecil dan terlalu sedikit. Apalagi kalau kita gemar mencukurnya, seperti bulu ketiak dan bulu tangan atau kaki.

#Kelima, gigi geraham bungsu

Dikenal juga dengan istilah wisdom teeth alias gigi kebijaksanaan. Bukan berarti saat gigi geraham ini tumbuh, kebijaksanaan kita muncul lho ya. Hanya, gigi ini memang tumbuh pada saat manusia berusia 17-25 tahun, ketika manusia sudah memiliki hikmat.

Nah, pada saat tumbuh, gigi ini bisa menyebabkan sakit sehingga banyak yang datang ke dokter gigi dan mencabutnya. Setelah dicabut, biasa saja tuh. Aktivitas makan juga aman. Lantas apa gunanya?

Ilmuwan menduga, awalnya gigi yang tumbuh paling akhir (dan berbeda-beda waktunya pada tiap-tiap orang) ini punya fungsi, meski belum diketahui apa. Masalahnya, seiring waktu evolusi, rahang manusia mengecil dan gigi bungsu ini tak punya tempat untuk tumbuh. Seringkali saat ia datang, hanya akan menimbulkan rasa sakit.

Atau, jangan-jangan, gigi ini diciptakan supaya dokter gigi punya kerjaan. Hehehe.

Foto ilustrasi geralt/Pixabay

Suami-Suami, Jadilah Pahlawan dengan Cara…Mendengarkan Istrimu

Read More

Politik Bikin Stres, Ini Tips Biar Kamu Rileks

Setahu saya, pemilihan umum dan pemilihan presiden atau kepala daerah kerap disebut sebagai “pesta demokrasi”. Tapi kalau melihat fenomena akhir-akhir ini, suasananya jauhhh dari arti pesta.

Alih-alih gembira, ketegangan merembet di mana-mana. Terutama di jagad maya dan media sosial. Kebencian dan kemarahan jadi warna jamak di timeline kita.

Kalau kamu bukan termasuk yang berkepentingan sama hiruk pikuk itu, tapi kemudian terganggu pada ketegangan yang menular, bahkan ikut jadi stres juga, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu ikuti:

1. Puasa media sosial
Tinggalkan dulu aktivitas di media sosial dan sibukkan diri kamu dengan kegiatan lain, misalnya tenggelam dalam pekerjaan, membangun waktu berkualitas dengan keluarga, dan sebagainya. Tapi itu mungkin sulit. Kalau begitu, beralih ke tips berikut.

2. Unfollow
Di media sosial seperti Facebook ada fitur unfollow, supaya kamu tak perlu terpapar postingan dari orang-orang yang bikin kamu stres. Tapi kamu masih bisa berteman dengan mereka. Kalau ini kurang greget rasanya, lanjut ke tips berikut.

3. Bersih-bersih
Ini langkah praktis saja. Daripada kamu stres, lebih baik putuskan pertemanan di media sosial. Apalagi kalau teman yang rese itu sekadar teman ketemu di medsos. Bukan berarti kalian tak bisa berteman lagi. Bukankah bertemu muka dengan muka itu lebih baik?

Nah, kalau sudah begini, biasanya suasana hati akan lebih baik. Tapi kalau sudah terlanjur stres, marah, atau lelah hayati, tips berikut barangkali bisa membuat kamu rileks:

1. Tarik nafas yang dalam. Lakukan dalam posisi apa saja lalu lakukan ‘meditasi’ pikiran. Fokuskan perhatian pada apa yang terjadi saat ini. Dengarkan suaramu bernafas, cepat, lambat, dalam? Dengarkan suara-suara yang ada, atau keheningan.

2. Berendamlah di air hangat. Dijamin pikiran lebih tenang, badan lebih rileks. Atau pergilah ke tukang pijat untuk merelaksasi otot-otot.

3. Dengarkan musik yang menenangkan.

4. Menulis. Beberapa orang merasa rileks setelah menulis apa yang mereka rasakan. Bisa bikin jurnal, diary, atau menulis di blog dan portal komunitas, seperti Petra Online ini.

5. Minum air hangat tanpa alkohol atau kafein. Bisa teh atau susu hangat.

6. Pergi piknik.

Kalau kamu punya tips lain, monggo lho ya berbagi di Petra Online.

Salam damai!

Foto: moozthemes/Pixabay

Kesenyapan Indah Bernama Pulau Putri

Kapal cepat ini melaju memecah ombak. Duduk di dek atas ternyata harus dibayar dengan rela terkena tempiasan air laut dan terbakar sinar matahari yang menyengat.

Itu pengalaman saat pulang dari Pulau Putri, minggu (30/10) kemarin. Kenapa tak bercerita pengalaman saat datang, sehari sebelumnya? Itu karena saya duduk di dek bawah, di ruangan berpengejuk udara dan saya tertidur sepanjang waktu, satu jam 30 menit dari Pelabuhan Marina Dermaga 9.

Pulau Putri adalah satu dari sekian banyak pulau yang bertebaran di Teluk Jakarta. Pulau seluas sekitar 6,5 hektare ini adalah sebuah resor wisata yang bisa dinikmati selama yang kamu mau. Syaratnya: siapkan duit yang cukup.

Sebagai imbal balik, fasilitas akomodasi berupa cottage dengan twin bed yang cukup nyaman tersedia buat kamu. Paket ini termasuk berbagai aktivitas, seperti: snorkeling di dekat dermaga, berkeliling dengan glass bottom boat, melihat sunset, berenang di laut yang tenang dan jernih atau di kolam renang, pemandangan akuarium bak seaworld mini, atau sekadar duduk santai di pantai.

Pencari ketenangan memang cocok datang ke pulau ini. Sesekali kamu akan mendengar perahu nelayan bermesin tempel dengan suaranya yang khas. Lautnya pun tenang. Ombak laut Teluk Jakarta sudah dipecah tak jauh dari bibir pantai.

Suara burung-burung liar di pepohonan menghadirkan nuansa alam liar yang mengesankan. Kadang-kadang kamu bisa melihat tupai, atau, seperti yang saya alami, melihat biawak berkeliaran.

Tentu saja, namanya laut, ada banyak ikan yang bisa kamu lihat di perairannya. Pengelola resor juga memelihara ikan bandeng di beberapa kolam. Ada juga kolam berisi belut laut dan bulu babi.

Saat berkeliling dengan glass bottom boat, kita bisa melihat lebih banyak dan lebih beraneka ragam ikan lagi. Begitu pun terumbu karangnya.

Sayangnya, kamu akan menemukan sampah-sampah di dekat dermaga. Sungguh mengurangi keindahan pemandangan pulau ini.

Selebihnya, kamu bisa terinspirasi oleh banyak hal di sini. Apakah oleh penghuni alam liar yang cantik, apakah oleh laut yang biru cantik, oleh matahari senja, atau kesenyapan malamnya.

Untuk menikmati pulau ini, kamu harus menyediakan Rp1,8 juta untuk weekend dan Rp1,6 juta pada saat weekday. Untuk anak-anak sampai usia 10 tahun, biayanya lebih rendah sedikit. Itu sudah termasuk makan 4 kali dan ongkos naik kapal cepat pulang pergi.

Sayang saya harus segera mengakhiri tulisan ini. Saya kuatir cipratan air laut akan mengenai ponsel yang saya pakai menulis. Sedang matahari dengan senang hati mencoba membuat kulit saya menghitam. Saya harus ‘bersembunyi’ di balik jaket.


 

Jangan Asal Bapak Senang, Kecewa Nanti

Pagi itu, saat aku tiba di kantor, tampak office boy (OB) sibuk mengelap kaca. Toilet pun dibersihkan sedemikian rupa. Jadi wangi sekali.

Semua sibuk. Ini gara-gara menjelang siang, sang owner alias Pak Bos Besar, akan datang ke kantor dan mengumumkan sesuatu yang sangat penting.

Bukan berarti sehari-hari kaca depan itu buram atau kotor penuh noda ya. Atau toilet berbau pesing, dan sebagainya.

Sehari-hari bersih kok. Hanya saja, hari ini jauhhhh lebih bersih dan jauh lebih wangi.

“Tumben,” kataku.

“Iya pak, kan pak bos akan datang,” kata salah satu dari OB itu.

Baiklah, jadi ketika pak bos datang, semua harus tampak sempurna. Sebuah pekerjaan dilakukan sungguh-sungguh hanya ketika bos besar akan datang.

Aku ingat ketika masih kecil tinggal di perkebunan sawit tempat papa bekerja. Ada masa-masa di mana Administrateur (ADM) berkunjung ke pemukiman karyawannya.

Saat itu, segala sesuatu harus tampak sempurna. Pekarangan tak boleh ada sampah. Pagar hidup harus dipercantik. Kalau bisa, dinding rumah sudah dicat. Pokoknya, bapak ADM itu harus melihat segala sesuatu baik adanya.

Dalam hal menyambut pejabat juga sering begitu, bukan? Kalau seorang pejabat negara akan datang, maka semua harus tampak baik. Bahkan, lokasi pengungsian yang bakal dilewati sang pejabat pun harus bersih. Para pengungsi harus sudah mandi, bersih, wangi, padahal mereka sedang susah hati.

Seberapa banyak dari kita masih sering berperilaku begitu? Yang penting bapak/ibu bos senang, yang penting di mata bapak/ibu bos semua baik. Padahal, kadang seperti mangga yang cantik kulitnya tapi busuk penuh ulat di dalam dagingnya.

Hal yang baik dan terpuji mestinya harus dilakukan setiap saat, ada tak ada bos, atau ada tak ada pejabat, atau siapapun yang ingin kita hormati. Ia harus jadi perilaku, dilakukan bukan karena kita ingin dinilai orang lain, tetapi karena seharusnya begitulah kita melakoni hidup setiap saat.

Aku teringat bagian Firman Tuhan di Kolose 3:23 yang berkata: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan, sebab Dia itu Maha Tahu. Dia tahu hati kita, apakah yang kita lakukan itu kepura-puraan belaka atau tulus dan jujur adanya. Jadi percuma berbuat baik, tapi di hati ada borok menganga, sebab itu takkan tersembunyi dari Dia.

Seperti Yesaya 29: 15 yang berkata, “Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: ‘Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?'”

Lagi pula, melakukan yang baik itu janganlah semata-mata untuk mendapatkan pujian atau penilaian baik manusia. Sebab belum tentu manusia menghargai usahamu, bukan? Nanti kamu kecewa. Celaka!

Tapi Tuhan tahu memberi ganjaran terbaik. Dia tahu apa yang kita kerjakan setiap detailnya, setiap waktunya. Berapa banyak air mata, kesusahan yang kita alami untuk melakukan hal-hal baik. Percayalah, untuk segala sesuatu yang baik, jerih payah kita tidak akan sia-sia.

Foto: Skeeze/Pixabay

Anak-Anak Muda Penuh Karya

Sumpah Pemuda mestinya diperingati dengan karya, biar tak terkesan omong belaka. Dan anak-anak muda kita, sudah membuktikannya.

Di balik sebagian generasi muda yang sibuk bernarsis tak penting di media sosial, ada banyak juga yang sadar bahwa mereka harus berbuat sesuatu untuk negeri tercinta.

Beberapa waktu lalu, kami di CNN Student menurunkan laporan khusus mengenai sosok anak-anak muda yang keren itu di rubrik Student Topik “Yang Muda yang Berkarya”.

Kami temukan mereka di beberapa ajang kompetisi sains, seperti Lomba Karya Ilmiah Remaja dan National Young Inventors Award 2016 yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan lomba karya tulis Ilmiah Nasional di Universitas Negeri Malang.

Saya rangkumkan untuk kita semua di Petra Online:

1. Nur Bella Turcica Anibah dan Zahira

20160926_154650-1-1
Karya kedua siswa SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan ini benar-benar menarik. Keduanya mendapati bahwa tanaman kebiul (Caesalpinia bonduc L.) yang endemik di daerah mereka, ternyata mengandung senyawa yang bisa membantu menghambat pertumbuhan sel kanker. Tanaman ini memang sudah dipercaya berkhasiat oleh warga setempat dan mereka membuktikan, ada khasiat lain yang pasti sangat berguna bagi kita, terutama bagi penderita kanker payudara.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20161019105429-445-166476/siswi-sma-asal-bengkulu-temukan-ekstrak-penghambat-sel-kanker/)

2. Okti Nurhidayah

p60926-144324
Tubuhnya boleh mungil, tapi hasratnya untuk melakukan penelitian dan penemuan sangat besar. Okti, siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Sampang, Cilacap, Jawa Tengah ini, telah menemukan sampo dari rumput bandotan yang ampuh membunuh jentik nyamuk, dan teko tanah liat yang ampuh membersihkan air. Rahasianya, kata dia, adalah selalu kepo alias ingin tahu.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/student-star/20161017105546-463-165982/penemu-mungil-dari-cilacap/)

3. Hanun Dzatirrajwa dan Izza Aulia Putri Purwanto

p60926-150510
Keduanya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Hanun kelas 4 SD IT Bina Amal Semarang Izza di kelas 5 SD IT Al Islam Kudus. Keduanya adalah saudara sepupu.

Karya kedua anak ini luar biasa, bersumber dari jiwa sosial mereka yang tinggi. Mereka membuat permainan papan Ular Tangga khusus untuk anak-anak tuna netra.

Kali lain, mereka mendesain sarung tangan khusus petani tomat. Dengan sarung tangan itu, petani bisa memanen tomat dengan mudah dan tepat.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20161003035633-445-162796/anak-sd-ciptakan-sarung-tangan-pemanen-tomat/)

4. Lusia Estihito Estuningrum dan Clara Parahita Nareswari

img-20160930-wa0009
Keduanya adalah siswi SMA Negeri 3 Yogyakarta yang memenangi lomba karya tulis ilmiah nasional di Universitas Negeri Malang. Mereka menemukan ide pembuatan briket daun kering dari daun Ficus elastica yang banyak ditemukan di sekolah mereka. Biasanya daun ini dijadikan kompos saja, padahal akan memakan waktu yang lama. Sebaliknya, kalau dijadikan briket, prosesnya tak lama dan briket bisa dimanfaatkan untuk banyak keperluan.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20161006151750-445-163746/duet-siswi-sman-3-yogyakarta-ini-ubah-sampah-jadi-briket/)

5. Ghina Eroz Rasman dan Mega Meulia

img_7817
Siswi dari SMA Negeri 63 Jakarta ini menemukan manfaat lain limbah kulit nanas Palembang alias Ananas comosus.

Limbah nanas itu kalau diolah akan menghasilkan bahan plastik yang ramah lingkungan. Mereka sukses menemukan sumber lain untuk plastik biodegradable yang masih sangat sedikit penelitiannya di Indonesia.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20161004135354-445-163192/limbah-nanas-jadi-plastik-ramah-lingkungan/)

6. Albertus Andito

p60926-142246
Siswa kelas 12 SMA Asisi Jakarta ini merancang hal yang unik dan menarik, yaitu gantungan alias hanger kulkas. Tujuannya untuk menjadikan kulkas sebagai alat pengering pakaian.

Dia terinspirasi kebiasaan sebagian orang menjemur pakaian basa di dekat kulkas yang mengeluarkan panas. Nah, supaya gampang, Albertus merancang hanger yang memudahkan orang menjemur.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160929134535-445-162093/hanger-sayap-kulkas-pengering-baju-dalam-semalam/)

7. Angelica Grace

img_7994
Angelica masih bersekolah di kelas 12 SMA Santa Laurensia, Jakarta. Dia berhasil menemukan manfaat limbah plastik untuk menghasilkan energi listrik.

Angelica memanfaatkan kemampuan penguraian plastik bakteri B, subtilis dan teknologi Microbial Fuel Cell (MFC) untuk menghasilkan voltase listrik sambil mengurai plastik.

Plastik yang telah diradiasi UV dan plastik yang belum diradiasi UV digunakan sebagai sumber karbon bakteri dalam MFC. Penemuan ini dapat membantu mengurangi polusi secara global.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160929110550-445-162049/limbah-plastik-jadi-listrik-buah-karya-angelica/)

8. Mikha Christevan Tanihatu dan Daniel Prathito

p60926-154417
Kedua siswa SMA Katolik Ricci II Jakarta ini membuat alat yang lucu bin unik. Mereka menamakannya Guntal alias gunting kuku anti terpental.

Ide awal mereka dari rasa malas membersihkan potongan kuku yang berserakan sehabis kita memotong kuku. Nah alat ini akan memotong kuku sekaligus menampung potongannya. Jadi kita akan mudah membuang potongannya. Sederhana idenya, tapi bermanfaat kan?

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160929112950-445-162055/guntal-si-pemotong-kuku-anti-terpental/)

9. Widi Jati Laksono

p60927-114631
Siswa SMA Negeri 1 Purworejo ini berurusan dengan lintah. Dia menjadikan lintah sebagai alat pendeteksi cuaca.

Ternyata, lintah memang punya kemampuan itu. Dia berkaca pada sebuah buku yang menyatakan lintah pernah dipakai untuk mendeteksi badai oleh orang Eropa pada abad ke-19.

Lintah, oleh Widi, dimasukkan ke dalam wadah berisi air yang telah dipasangi sensor infra merah. Posisi lintah di dalam wadah menjadi penentu cuaca.

Jika cuaca cerah, lintah akan berada di permukaan air. Ketika mendung, lintah akan berada di tengah menuju ke bawah. Sedang saat hujan, lintah akan berada di dasar wadah.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160929154122-445-162154/berkat-lintah-jadi-finalis-lomba-karya-ilmiah/)

10. Sang Ayu Prischa Astarina dan Ni Kadek Ayunda Sarini Dewi

p60926-134412-copy
Sepasang siswi SMA Negeri 4 Denpasar, Bali, ini menemukan bahwa mendalang itu ternyata bisa meningkatkan memori otak.

Saat mendalang, si dalang menggunakan hampir seluruh anggota tubuhnya. Otak akan bekerja mengingat cerita, mengeluarkan suara yang berbeda untuk tiap karakter, tangan yang aktif dan terampil, dan kaki yang ikut memainkan alat musik.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20161004110143-445-163139/siswi-bali-ini-buktikan-mendalang-tingkatkan-memori-anak/)

Foto-Foto: Courtesy CNN Indonesia Student