Tips Berkemah dengan Keluarga

Sebentar lagi libur lebaran sepekan lebih. Bila tak mudik, ayah bunda sudah punya rencana ke mana? Bagaimana kalau ayah bunda mengajak anak-anak menikmati alam bebas, berkemah misalnya?
Berdasarkan pengalaman pribadi, mengenalkan anak ke alam bebas sejak dini ada banyak manfaatnya. Anak bisa belajar mencintai alam, mendapatkan ketrampilan baru, dan kalian bisa menikmati waktu-waktu berkualitas.
Pada zaman sekarang, sebetulnya sudah banyak tempat yang menyediakan fasilitas berkemah untuk keluarga. Bagi ayah bunda yang memang belum punya perlengkapan sendiri, bisa memilih paket-paket yang disediakan. Tinggal datang bawa badan dan duit. Perlengkapan seperti tenda, sleeping bag, bahkan makan, sudah disediakan.
Saya sendiri lebih memilih untuk membeli perlengkapan berkemah sendiri. Selain bisa dipakai kapan saja, anak-anak pun akan merasa memiliki kegiatan itu.
Berikut ini beberapa tips untuk menikmati aktivitas berkemah yang seru dan bermanfaat:
Persiapkan perlengkapan berkemah
Kalau ayah bunda ingin membeli sendiri, sekarang ini sudah banyak jenis maupun kualitas perlengkapan berkemah. Tapi di beberapa bumi perkemahan sudah tersedia kok penyewaan alat-alat berkemah, jika memang ayah bunda enggan membeli sendiri. Ayah bunda tinggal mengumpulkan informasinya.
Bila ingin membeli sendiri, beberapa perlengkapan standar yang harus ayah bunda persiapkan adalah: tenda, matras, kantung tidur, jas hujan, perlengkapan memasak portable, lampu badai atau baterai, dan senter.
Saya tidak menyarankan untuk membeli perlengkapan yang sekadarnya. Tenda misalnya, jangan membeli tenda mainan seperti yang dijual di pinggir jalan itu.
Belilah tenda doom yang memiliki pelindung ganda. Selain lebih mudah memasangnya, tenda ini juga relatif aman dari curahan hujan dan terjangan angin. Memang untuk perlengkapan yang bagus ada harganya. Tapi yakinlah ayah bunda, itu layak kok untuk tujuan kegiatan berkemah keluarga tersebut.
Mencari tempat berkemah
Agak gampang-gampang susah untuk menemukan tempat berkemah yang pas dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga, terutama yang memiliki anak kecil.
Saya lebih memilih camping ground yang arealnya rata, bukan yang berkontur miring atau dekat dengan sungai beraliran deras atau ngarai. Keselamatan anak, itu pertimbangan saya.
Lansekap yang rata seperti itu aman buat anak-anak yang suka bermain atau berlarian ke sana ke mari. Ingat, kita masih pada tahap awal mengenalkan alam pada mereka, bukan? Jadi biarkan mereka menyukai dulu aktivitas itu.
Pada waktunya nanti bisa dilanjutkan ke level yang lebih sulit, misalnya berkemah di lereng gunung. Atau bahkan naik gunung sekalian.
Untuk menemukan tempat yang relatif aman seperti ini, ayah bunda bisa berselancar di Internet. Atau bergabung saja ke komunitas berkemah keluarga yang mulai banyak bertebaran di dunia maya.
Saya dan keluarga punya tempat favorit di Bandung Selatan, yaitu bumi perkemahan Ranca Upas. Kawasan ini relatif datar arealnya, udaranya sejuk, dan ada banyak warung makanan kalau malas memasak sendiri.
Selain ada kolam renang air hangat, di sana juga ada penangkaran rusa. Anak-anak senang sekali memberi makan wortel muda pada rusa-rusa itu.
Tempat lain yang layak dicoba adalah bumi perkemahan Cibubur.
Aktivitas saat berkemah
Saat tiba di perkemahan, biasanya aktivitas pertama yang disukai anak-anak adalah memasang tenda dan perlengkapan kemah.
Anak-anak bisa dilibatkan dalam mengikat ujung tenda atau memasukkan tiang ke tendanya. Bisa juga diminta membersihkan bagian dalam tenda. Anak-anak akan dengan senang hati membantu. Ayah bunda cukup membimbing mereka supaya efektif.
Ajak juga mereka berkreasi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Misalnya membuat rak piring dari dahan-dahan pepohonan di bumi perkemahan. Atau membuat jemuran. Aktivitas memasak bersama juga mengasyikkan lho.
Tak ketinggalan mengajak mereka membuat api unggun. Pada saat ini, anak-anak bisa diajak menampilkan kebolehannya, storytelling, atau sekadar bernyanyi-nyanyi bersama.
Libatkanlah anak-anak dalam semua aktivitas saat berkemah, sehingga mereka merasa memiliki kegiatan tersebut. Berkemah akan menjadi momen yang takkan terlupakan oleh mereka.
Di akhir, bersihkan sisa-sisa aktivitas berkemah
Ini penting untuk mengajarkan anak mencintai alam dan menjaga kelestariannya. Seperti pesan yang kerap didengar para pendaki gunung, jangan tinggalkan apa-apa kecuali jejak kaki. Begitu pun untuk aktivitas berkemah.
Jangan meninggalkan sampah apa pun di lokasi bekas berkemah. Lakukan ‘operasi semut’, ajak seluruh anggota keluarga untuk memungut semua sampah yang tertinggal di bekas area kemah kalian dan membuang sampah itu ke tempatnya. Periksa juga jangan sampai ada bagian-bagian tenda yang tertinggal, misalnya pasak.
Bekas-bekas cangkulan, seperti parit tenda, juga harus ditimbun kembali sampai rata. Bekas api unggun pun dibersihkan, timbun dengan tanah.
Mudah-mudahan tips-tips ini membantu ayah bunda untuk merancang dan mengadakan aktivitas berkemah yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Selamat berlibur dan selamat berkemah.
Deddy Sinaga
0 Likes

Deddy Sinaga

Seorang Suami | Ayah | Jurnalis | Arkeolog

2 thoughts on “Tips Berkemah dengan Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X
Share This