Tanpamu Guru, Apa Jadinya Aku

Pagiku cerah matahari bersinar
ku gedong tas merahku dipundak
selamat pagi semua kunantikan dirimu
di depan kelasmu menantikan kami

Guruku tersayang
guruku tercinta
tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis
mengerti banyak hal
guruku terima kasih ku

Nyatanya diriku
kadang membuatmu marah
namun segala maaf kau berikan.

***

Kalian masih ingat penggalan lagu Terima Kasih Guruku di atas? Ya lagu, itu menggambarkan benar apa yang aku rasakan mengenai guru-guruku, sejak aku sekolah di taman kanak-kanak hingga kuliah.

Tanpamu, apa jadinya aku? Pertanyaan yang terus terngiang-ngiang di telinga, hingga akhirnya aku menyadari betapa besar peran guru dalam kehidupanku.

Dari yang tak bisa baca tulis, jadi bisa membaca dan menulis. Dari yang tak mengerti banyak hal, jadi bisa melakukan banyak hal.

Meskipun, karena mereka juga manusia, banyak juga guru di luar sana yang melenceng dari tanggung jawabnya. Hanya bekerja sebagai pengajar, mereka lupa fungsi lain sebagai pendidik para siswanya.

Tak cuma ilmu yang seharusnya diwariskan, melainkan juga pendidikan karakter. Supaya siswa tak tumbuh menjadi manusia yang hanya cerdas otaknya, tapi juga cakap karakternya. Inilah justru yang menjadi kunci masa depan mereka.

Ada yang memang karena karakter diri sang guru memang ‘tuna’ dari sananya. Tapi ada juga yang mempersalahkan beban kehidupan.

Kita sama-sama tahu, masih banyak guru yang diupah jauh di bawah standar. Sementara kebutuhan hidup kan tak bisa dikompromikan. Akhirnya apa? Mereka terpaksa mencari sambilan dan ‘sabetan’. Atau abai memperlihatkan diri sebagai teladan.

Ini adalah otokritik. Bagi kita sebagai pengguna jasa mereka, yang tak tahu bertimbang rasa. Bagi institusi dan negara yang belum bisa memberikan upah yang bikin mereka, para guru itu, dengan bangga menepuk dada.

Juga otokritik, bagi kalian para guru, untuk terus menyadari bahwa panggilannya tak sekadar jadi pengajar, melainkan juga pendidik.

Dan biarlah itu jadi perenungan kita bersama di tengah peringatan Hari Guru Nasional hari ini.

Selamat Hari Guru, untuk kalian para guru yang sudah berjuang sekuat tenaga meski dihimpit berbagai problema.

1 Like

Deddy Sinaga

Seorang Suami | Ayah | Jurnalis | Arkeolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X
Share This