Simson yang Unik dan Paradoks

Tadi malam kami menonton theater di Sight & Sound, Lancaster Philadhelphia dengan judul Simson, suatu kisah yang diangkat dari kitab Hakim-hakim di Alkitab. Hak. 13-16. Dalam kisah itu, intinya Simson terlahir untuk menjadi orang yang melaluinya Allah bekerja untuk mnyelamatkan Israel dari penjajahan Filistin.

Kehidupan Simson dalam kisah itu unik dan paradoks. Dia unik, karena ia dilahirkan dari seorang perempuan mandul. Malaikat Tuhan datang kepada perempuan itu dan berkata: ‘Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur; sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.

Dia paradoks karena dia sangat kuat sekaligus sangat lemah. Ia memiliki kekuatan fisik luar biasa karena Roh Tuhan sekaligus memiliki kelemahan daging yang dikuasai nafsu. Seorang diri dia bisa mengalahkan seribu orang Filistin yang menyerang dia hanya dengan sebuah rahang keledai (15:5).

Tetapi ia dikalahkan oleh seorang wanita bernama Delila, dengan menyerahkan rahasia kekuatannya kepada wanita itu.

Diakhir cerita itu, Simson mati bersamaan dengan kematian para raja dan ribuan tentara Filistin yang sedang pesta. Tuhan memberikan kekuatan terakhir kepada Simson untuk merobohkan rumah dimana mereka berpesta dalam jumlah yang besar. Tuhan memakai Simson untuk menghancurkan Filistin dan membebaskan Israel dari kekuasaan Filistin.

Dalam teater itu, kisah Simson diakhiri dengan makna dari cerita itu bagi kita umat manusia. Kisah Simson adalah bayangan dari kisah Kristus yang melaluinya Allah membebaskan kita dari kuasa dosa dan kuasa maut.

Semua manusia telah dikuasai dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan patut mendapat hukuman maut. Tetapi Allah dalam kasih-Nya yang besar telah mengutus Anak-Nya yang Tunggal yang dilahirkan secara unik dari kandungan perawan Maria. Kristus hidup dengan natur paradoks.

Dia Allah sejati sekaligus manusia sejati. Dia mati disalib untuk membebaskan kita dari kuasa dosa dan maut.

0 Likes

Daltur Rendakasiang

Alumnus FMIPA UI dan SAAT Malang | Pendeta Gereja Lutheran Indonesia Immanuel, Newington, New Hampshire, USA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X
Share This