December 12, 2019

Rencana si Jahat akan Gagal

Pada tanggal 14 Desember 2012, seorang pria berpakaian hitam dan bersenjatakan dua pistol memasuki Sekolah Dasar Sandy Hook di desa Sandy Hook di Newtown, Connecticut, dan menewaskan 27 orang, termasuk dua puluh anak-anak, dalam penembakan massal. Tiga anak yang ditembak di tempat kejadian dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis, di mana dua meninggal karena luka-luka. Itu adalah penembakan sekolah kedua paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat, setelah pembantaian Virginia Tech pada tahun 2007.

Si penembak, Adam Lanza, umur 20, membunuh dirinya sendiri selama insiden ini. Sebelum melakukan penembakan di sekolah, ia menembak dan membunuh ibunya di tempat tinggal mereka bersama di Connecticut.
Menanggapi penembakan tersebut, Gubernur Connecticut Dan Malloy mengungkapkan pernyataannya di sebuah media. Ia menyebut serangan itu sebagai “tragedi yang tidak terperikan. Sebuah acara renungan yang dihadiri oleh ratusan orang diadakan di dekat Gereja St. Rose Lima pada malam harinya.

Di Washington, sekitar 200 orang menyalakan lilin untuk para korban di luar Gedung Putih.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan “simpati yang teramat besar bagi keluarga korban yang terkena dampak.” Presiden Obama menyampaikan pidato di televisi pada hari yang sama, menyatakan: “Kita harus membantu bersama-sama dan mengambil tindakan yang berarti untuk mencegah terjadinya tragedi seperti ini, terlepas dari politik. Hibur mereka yang hancur hatinya dan sembuhkan luka mereka.” Obama menjeda pidatonya dua kali untuk menenangkan diri dan mengusap air matanya. (Artikel dikutip dari wikipedia).

Kejadian ini kebetulan terjadi sebelas hari sebelum hari natal, 14 Desember.
Hal ini mengingatkan saya akan kejadian ribuan tahun lalu, ketika Firaun mengeluarkan perintah membunuh bayi-bayi laki-laki yang baru lahir diantara orang-orang Yahudi, bayi Musa selamat. Kemudian ia menjadi orang besar di Mesir dan kemudian dipakai TUHAN untuk menjadi pemimpin Israel keluar dari Mesir dan menjadi perantara umat Israel dan Allah.

Hal yang sama terjadi lagi. Kristus diselamatkan ke Mesir untuk menghindari pembunuhan anak-anak berusia sekitar dua tahun, atas perintah Herodes. Kuasa si jahat berhasil membunuh banyak bayi dan kanak-kanak di masa seputar kelahiran Musa dan Kristus, membuat banyak ibu-ibu meratap, namun gagal membunuh Musa dan Kristus di masa bayi dan kanak.

Tahun 2012, sementara banyak kanak-kanak yang terbunuh di Sandy Hook Elementary School, Newtown, Connecticut, dan banyak ibu meratap, saya berdoa, semoga di antara anak-anak yang selamat dari penembakan itu ada anak yang kemudian menjadi orang besar yang akan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Si jahat telah gagal membunuhnya.

Si jahat selalu berusaha menggagalkan pekerjaan Tuhan dan berusaha membunuh atau menjatuhkan orang-orang atau generasi penerus yang akan atau sedang dipakai Tuhan untuk menjadi alat-alat dalam KerajaanNya.

Di bulan Desember ini, beberapa hari menjelang natal, kisah ini bisa mengingatkan kita, bahwa, apapun rencana iblis si jahat, rencana Tuhanlah yang akan terjadi. Dengan semangat natal, seperti ucapan dalam pidato presiden Obama ketika kejadian itu, semoga kita menjadi orang yang bisa menghibur mereka yang hancur hatinya dan sembuhkan luka mereka.

Juga seperti dalam sebuah surat yang dibacakan oleh seorang imam, Paus Benediktus XVI menyatakan: “Saya meminta Tuhan bapa kita untuk menghibur semua orang yang berkabung dan menguatkan semua masyarakat dengan kekuatan spiritual, harapan, dan rekonsiliasi cinta.”

Inilah semangat kita menjelang Natal.

-*-

Daltur Rendakasiang

Alumnus FMIPA UI dan SAAT Malang | Pendeta Gereja Lutheran Indonesia Immanuel, Newington, New Hampshire, USA.

View all posts by Daltur Rendakasiang →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest