Ratna Sarumpaet, Hoax, dan Duri Dalam Daging

Apa yang terjadi dengan Ratna Sarumpaet hanyalah puncak gunung es dari perilaku warga dunia maya di Indonesia. Kebetulan dia seorang aktivis yang dekat dengan seorang tokoh nasional. Kebetulan dia seorang seniman. Tapi apa yang dilakukannya, terlepas dari motifnya sendiri, bisa dilakukan oleh siapa saja.

Peredaran hoax masih merajalela di ranah maya kita. Payung hukum untuk memberantas tindakan kejahatan berupa pembuatan dan penyebaran hoax sebenarnya sudah ada. Tapi penegakannya yang masih tanda tanya. Bahkan terkesan tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Coba kita lihat kasus Ratna Sarumpaet ini. Saya cenderung agak pesimistis bahwa kasus ini akan menjerat lebih banyak tokoh yang diduga ikut menyebarkan hoax tersebut. Dan kalau hal seperti ini terus terjadi, maka sampai kapanpun kasus macam ini akan terus terjadi bahkan bisa jadi makin menjadi.

Penegakan hukum tanpa pandang bulu adalah kuntji. Kalau tidak, kita akan terus merasakan kegelisahan. Seperti duri dalam daging. Seperti duri yang nyangkut di tenggorokan kita. Sangat tak nyaman dan terus menerus mengganggu.

Saya jadi ingat dengan Kitab Hakim-Hakim di Perjanjian Lama. Kalau mau diringkas, kitab ini sebetulnya mengisahkan pergumulan umat Israel di Kanaan yang terus menerus diganggu oleh orang-orang di sekitarnya, tetangganya.

Apa pasalnya? Sebetulnya sederhana, menurut saya. Sebab sejak semula umat Israel tidak patuh pada perintah Allah setelah mereka mendapat tanah pusaka menurut suku mereka masing-masing. Alih-alih menghalau dan membersihkan musuh dari tanah pusaka mereka, sebagian besar suku Israel memilih berdiam bersama mereka.

Kelak, para tetangganya inilah yang menjadi duri dalam daging mereka. Peperangan demi peperangan harus mereka hadapi dengan berkorban harta benda dan nyawa. Bahkan, mereka harus berperang dengan sesamanya. Coba kalau dari semula mereka patuh sebagaimana suku Yehuda dan Simeon, mungkin ceritanya berbeda.

Kembali ke masalah hoax dan penegakan hukum. Saya kira, segalanya sudah jelas. Payung hukum ada. Penegak hukumnya ada. Pelanggar hukumnya juga banyak. Tapi penegakan hukum tanpa pandang bulunya yang kurang. Sehingga, sebagaimana tetangga orang Israel, ada duri dalam daging kita.

Pada hemat saya, siapapun dia, latar belakang politiknya, bahkan jabatannya, tak boleh lepas dari keadilan hukum. Kepolisian dan penegak hukum yang lain harus berani bertindak.

0
1 Like

Deddy Sinaga

Seorang Suami | Ayah | Jurnalis | Arkeolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest