Pengen Jemur-Jemur di Pantai (Keranjingan Politik)

Bila anda generasi yang kuliah di era 80-an, suka membaca buku dan jurnal ilmu sosial kayak Prisma, pun tertarik diskusi mengenai permasalahan-permasalahan negara yang digelar di kampus-kampus dengan izin yang sulit didapat,  akan terpaku dengan pendapat pakar-pakar ilmu politik yang saat itu masih bisa dihitung dengan jari, antara lain: Miriam Budiarjo, Alfian, Arbi Sanit, dan lain-lain.

Hampir semua menekankan pentingnya partisipasi politik masyarakat dan menolak politik Orba yang menghendaki: massa mengambang (floating mass). Itu-itu saja rasanya saripati dari tiap diskusi atau kajian dalam jurnal-jurnal ilmiah yang membahas politik.

Kini, setelah Orde Baru disingkirkan, masyarakat Indonesia seperti keranjingan isu-isu politik–terutama pra dan pasca Pilpres 2014. Topik dan persoalan politik-kekuasaan seperti santapan harian, di kota maupun di desa, pada masyarakat kelas atas hingga bawah.

Partisipasi politik masyarakat kian menguat (indikatornya bisa dilihat dari pilpres dan pilkada) dan massa mengambang (mungkin) telah digantikan oleh apa yang disebut swing voters.

Dalam bentuk lain, para pengguna media internet terutama, seperti keranjingan pada isu-isu politik. Ada yang tiap jam memposting, walau isinya itu-itu saja dan sering data yang tak bisa dipertanggungjawabkan, juga berita bohong.

Saya tidak tahu, apakah Rezim Orba yang patut diminta pertanggungjawaban karena dulu bersikap otoriter dan membatasi hak-hak bersuara warga negara, atau Jokowi dan Ahok karena sejak kehadiran mereka di kancah politiklah membuat masyarakat negara ini “heppot” (heboh), getol dan seperti kecanduan pada politik.

Gue udah eneg, pengen jemur-jemur body di pantai berpasir putih sambil dengar musik, dan nonton lawak-lawak Srimulat dari DVD (ada gak sih?) Asyik tenan

0
0 Likes

Suhunan Situmorang

corporate law's speaker | legal counsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest