MRT, Lambang Sebuah Kepastian

Akhirnya, bulan Maret 2019 lalu, Jakarta memiliki MRT.

Proyek pembangunan MRT, yaitu mass rapid transit, kabarnya sudah digagas sejak tahun 1985. Setelah 34 tahun, di era Pak Jokowi-lah akhirnya terealisasi.

Apa yang istimewa dengan MRT?

Tahun 1998 ketika saya jadi mahasiswa asing di Jepang, saya sempat merasa aneh ketika janjian dengan orang, dan dia menyebutkan waktu yang (bagi saya) tidak ‘genap’. Misalnya jam 15.27.
Waktu itu, saya pikir, mengapa tidak janjian pukul 15.30 atau jam 16.00 pas, seperti kebiasaan di Jakarta.

Saya merasa waktu janjian seperti 15.27 itu terlalu detil. Apa iya orangnya akan bisa pas muncul di angka jam tersebut? Terlambat 30 menit pun di Jakarta sudah biasa dan terkadang masih bisa ditoleransi, apalagi hanya 3 menit, itu pikiran saya.

Lalu saya baru tahu, ternyata angka itu mengikuti jadwal kereta api di Jepang.
Ketika sekarang melihat jadwal MRT di Jakarta, saya teringat akan jam janjian 21 tahun lalu itu. Saya melihat contoh angka-angka waktu ini dengan senyum. Angka-angka ‘tidak genap’.
06.03 06.17 07.23 14.43 20.49 21.01 21.58

Apa yang bisa saya simpulkan dari angka-angka ini adalah, soal keakuratan waktu. Akurat, tepat dan pasti. Angka-angka ini bagi saya adalah bukti dari kemampuan memberi kepastian dengan waktu.

Dengan MRT, contohnya, jika saya berangkat 07.23 di Fatmawati, pasti akan tiba di Senayan jam 07.38. Sungguh ini adalah sebuah kepastian yang membahagiakan.

Saya bahagia dengan kepastian waktu bahwa saya takkan terlambat dating ke kantor asal saya tiba sebelum jam MRT tiba. Jika saya naik kenderaan lain seperti mobil pribadi atau bus, ada waktu tunggu yang tak bisa dipastikan, atau diperkirakan. Bisa saja saya tiba 30 menit, tapi bisa juga satu jam lebih, tergantung traffic.
Dengan MRT, saya bisa memastikan (bila janjian dengan teman) akan tiba di Senayan jam 07.39, satu menit setelah keluar dari MRT, dan tak harus memundurkan atau menggenapkannya lagi menjadi 07.45 atau 08.00.

Memang hanya satu menit. Tapi satu menit juga waktu. Siapa bilang satu menit tak berharga? Contoh, dengan satu menit terlambat masuk kantor tetap saja dihitung terlambat dan mengurangi nilai konduite karyawan.

Waktu adalah uang. Dan MRT memberikan kepastian dengan waktu. Itu sungguh membanggakan.

Paling tidak, sekarang di Jakarta, ada transportasi yang memberikan kepastian waktu dengan akurat.

Terima kasih, Pemerintah!

0
0 Likes

Mino Situmorang

A Mom.Wife.Writer.Acctnt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest