Menaati “Hukum Taurat Ke-11”

Suatu malam, saya bernatalan di sebuah penjara di Kota Concord New Hampshire, Amerika Serikat. Ini kehadiran saya yang kedua kali natalan di lokasi tersebut.

Mata saya menyapu para pengunjung dan para narapidananya. Narapidananya–semuanya pria, karena saya mengunjungi penjara pria–bervariasi dari yang berumur 20an tahun hingga sekitar 70an tahun.

Ada bule, ada orang hitam, ada orang Asia, Indonesia, ada India, ada yang berbahasa spanish. Ada pelajar, ada polisi, ada juga rupanya pendeta yang menjadi penghuninya.

Begitu juga pengunjungnya, ada rombongan keluarga, istri dan anak-anak, miris hati saya melihat anak-anak balita bersama ibunya. Ada wanita muda dan tua, ada pasangan orang tua.

Di dalam aula disediakan meja-meja bundar kapasitas maksimal 6 kursi. Konsumsinya popcorn, burger, hotdog, salad, chips, chees, kopi, soft drinks, dan es krim.

Saya dan rekan yang saya kunjungi duduk di salah satu meja hanya kami berdua dari jam 6 sore hingga 9.30 pm. Selama ngobrol-ngobrol mata saya melihat tiap meja. Ada suami dan istri bersama anak-anaknya, ada orang tua dan anak, ada mahasiswa yang dikunjungi dosennya, dll.

Ada sekitar 30an meja bundar yang terisi penuh. Mereka semua terlihat ada dalam suka cita kebersamaan.

Saya bertanya pada rekan saya apa kasus orang ini dan apa kasus orang itu. Dan rupanya semua narapidana yang ada di ruang itu kasusnya adalah sex offender (rekan saya itu kasusnya lain).

Ada mahasiswa muda yang dituduh ngintip, ada umur pertengahan terkena tuduhan memperkosa istrinya, ada yang hubungan dengan anak tirinya, dll.

Info itu membuat saya kembali memperhatikan pria-pria yang berusia variasi itu dari usia muda sampai usia opa-opa. Kebanyakan mereka ganteng-ganteng, ya kecuali yang opa2 ya, gantengnya agak redup. Rata-rata hukumannya adalah 5 tahunan.

Rupanya, sepandai-pandainya orang “mentaati hukum Taurat” ke-11 (Jangan ketahuan….) akhirnya tertangkap juga.

Karena itu, saya teringat dengan ayat Alkitab ini:

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Mazmur 119:9.

 

Foto: pixabay

0
0 Likes

Daltur Rendakasiang

Alumnus FMIPA UI dan SAAT Malang | Pendeta Gereja Lutheran Indonesia Immanuel, Newington, New Hampshire, USA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest