Manusia ‘Beracun’ yang Sebaiknya Dijauhi atau Ditinggalkan

Sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial, tak mungkin kita bisa menjauh dari pergaulan dengan sesama. Tapi kadang-kadang, ada saja manusia yang jadi ‘racun’ bagi kita.

Mereka itu menggerogoti semangat kita, mengkhianati kepercayaan kita, atau menyebarkan hal-hal negatif di sekitar kita.

Siapa saja golongan orang-orang ‘beracun’, yang sebaiknya kamu hindari atau bahkan kamu tinggalkan? Simak delapan macam orang itu, seperti disarikan dari Lifehack:

1. Mereka yang hanya menghabiskan waktumu

Bisa jadi mereka itu adalah famili atau temanmu. Tapi mereka menyita banyak waktumu untuk mendengarkan ocehannya yang tak penting, yang itu dan itu saja. Tapi giliran diminta bantuan tak pernah ada, atau tak mau. Tak ada imbal balik yang berguna buatmu.

Ada baiknya kamu mulai mengurangi waktu bersama dengan mereka. Mereka hanya akan menghabiskan waktumu.

Mungkin kalau dengan famili, kamu harus bijak juga. Bisa dengan cara mematikan ponsel pada waktu-waktu tertentu, di mana kamu ingin sendirian saja.

Mengambil waktu untuk diri sendiri banyak lho gunanya. Malah menurut Oscar Wilde, mengambil waktu sendiri itu menyehatkan.

2. Mereka yang terlalu jauh mengkritikmu atau selalu ingin melukai hatimu

Tak ada salahnya memberikan feedback yang jujur dan fair. Tapi kalau kamu merasa ada orang yang secara konstan melancarkan kritik membabibuta terhadapmu, jangan diam saja. Kalau kritiknya tak lagi membangun, katakan bahwa kritikannya tidak membantu dan mengecewakan. Jangan takut kehilangan orang seperti itu, kalau terpaksa.

Ada juga golongan orang yang punya banyak taktik untuk melukai hatimu. Mereka akan mempertanyakan kejujuranmu, kemampuan atau kecerdasanmu. Atau teman yang selalu melanggar janji atau tak mau melakukan permohonanmu.

3. Mereka yang selalu play victim

Mereka ini orang yang ‘jago’ menimpakan kesalahan. Mereka tak pernah mau bertanggung jawab pada kesalahan sendiri. Pokoknya, mereka adalah korban dan segala sesuatu bukan salahnya. Hindari orang semacam ini, karena bisa jadi suatu ketika, kamu akan menjadi salah satu korbannya.

4. Mereka yang selalu punya mindset negatif

Mereka menyebarkan aura negatif seperti penyakit menular. Vaksin satu-satunya adalah dengan menghindari mereka. Mereka adalah orang yang selalu gelisah, khawatir, pesimistis, depresi, dan banyak komplain.

Kalau kamu ingin hidup lebih lama, cara pandang yang positif sangat membantumu. Sebuah studi dari Universitas Yale mendapati bahwa memiliki sikap yang positif akan membantumu hidup 7 tahun lebih lama.

5. Si sumbu pendek

Mereka ini betul-betul akan menghabiskan energimu. Sebab kamu harus berhadapan dengan perilaku bodoh dan kadang kekanak-kanakan. Mudah sekali marah, kadang untuk urusan sepele. Tak perlu berada dalam lingkaran orang semacam ini.

6. Tak punya empati dan welas asih

Sebab mereka takkan bisa menunjukkan simpati atau berbelas kasih pada saat kamu membutuhkannya. Mereka ini punya masalah kepribadian dan bertendensi narsistik.

7. Mereka yang berbohong padamu

Dalam sebuah hubungan, pertemanan, atau apapun namanya, dibutuhkan kejujuran dan kepercayaan. Kalau seseorang mengkhianati kepercayaanmu atau berbohong padamu, mereka tak layak jadi temanmu.

8. Mereka yang manipulatif dan akan mengeksploitasimu

Ada orang yang hanya ingin memanfaatkanmu, misalnya untuk berkenalan dengan seseorang. Mereka biasanya memakai gosip sebagai senjata dan selalu punya agenda tersembunyi. Kalau kalian akan melamar sebuah pekerjaan, dia akan berusaha supaya kamu tak ikut melamar. Sehingga dia akan menceritakan hal-hal yang buruk, mengenai pekerjaannya, atasan di sana, atau gaji yang terlalu kecil.

Mereka hanya ingin mengurangi pesaing demi keuntungan pribadi. Orang yang manipulatif tahu bagaimana mendapatkan informasi darimu atau membuatnya menyingkapkan kelemahanmu dan kemudian akan memakainya untuk menjatuhkanmu. Mereka akan mengeksploitasi kebaikanmu demi mendapatkan banyak, tanpa harus keluar apapun. Kamu akan menyadarinya ketika pada satu titik kamu tahu, kamulah selalu yang jadi pihak pemberi dan membayar untuk segala sesuatu.

Foto: Pixabay/Geralt

1 Like

Deddy Sinaga

Seorang Suami | Ayah | Jurnalis | Arkeolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X
Share This