“Mager”? Sakit Jantung Mengintai

“Gue lagi mager! Jadi gue pesan makanan aja deh pakai GoFood. Gue makan dalam kantor aja.”

Rasanya makin sering kita dengar kalimat-kalimat seperti itu. Teknologi yang “gila-gilaan” memanjakan kita juga bikin mager atau males gerak ini jadi makin absah. Kita mau makan ada GoFood (atau aplikasi lain, kebetulan yang saya ingat cuma yang ini), tinggal klak-klik di smartphone, bayar secara digital, selesai. Enggak lama, makanan datang ke meja kantormu tanpa kau mesti bergerak keluar ruangan.

Kita mau kirim uang, nggak usah repot-repot ke ATM, apalagi ke bank, tinggal jalankan aplikasi SMS Banking, kirim ke rekening dituju, selesai.

Bahkan mau beli baju aja enggak perlu jalan ke mall lagi, padahal muter-muter di mall biasanya jadi “pembelaan” para ibu buat bergerak. “Jalan muter-muter di mall itu menghabiskan banyak kalori loh, olah raga juga kan?” begitu biasa terdengar.

Bagi para ibu mungkin olah raga, bagi kebanyakan bapak-bapak jangan-jangan masuk kategori “olah jiwa”, karena harus mengolah emosi dan tingkat kesadaran tinggi melihat serapan anggaran rumah tangga tanpa hambatan alias anggaran belanja membengkak.

Nah, mager ini sekarang menjadi salah satu penyebab makin banyak orang terkena penyakit jantung dan masalah pembuluh darah.

Mager menjadi salah satu yang faktor menimbulkan penyakit jantung. Sebanyak 26,1 persen orang Indonesia yang malas gerak alias malas berolah raga, bahkan malas untuk sekadar jalan kaki. Ini salah satu penyebab risiko terkena penyakit jantung meningkat,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Dr Lily S Sulistyowati MM saat menjadi pembicara talkshow Power Your Life di Jakarta, Kamis (22/9). Talkshow ini sendiri dalam rangka menyambut Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada 29 September 2016.

“Ini juga yang menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit jantung koroner (PJK) pada orang-orang di usia produktif. Jadi jangan heran kalau kita dengar sekarang, orang masih muda tapi meninggal karena serangan jantung,” kata Lily lagi.

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 yang diolah Kementerian Kesehatan memperlihatkan penyakit jantung koroner mengidap penduduk usia 35-44 tahun dengan prevalensi sekitar 1,3 persen, dan 2,1 persen untuk usia 45-54 tahun.

Beberapa penyebab lain juga membuat orang terkena penyakit jantung dan masalah pembuluh darah. Sebanyak 36 persen penduduk usia di atas 15 tahun merokok, 93,5 persen penduduk kurang konsumsi buah dan sayur, dan 4,6 persen penduduk minum minuman beralkohol.

“Semua data di atas menunjukkan besarnya potensi orang terkena penyakit jantung koroner,” kata Lily.

Berdasarkan data Sample Registration System (SRS) Indonesia 2014, stroke memegang penyebab tertinggi kematian di Indonesia. Stroke mendominasi sebanyak 21.1 persen penyebab kematian, diikuti dengan penyakit jantung dan pembuluh darah sebanyak 12,9 persen, setelah itu tercatat komplikasi Diabetes Melitus sebanyak 6,7 persen.

Dua penyakit tertinggi yang menyebabkan orang Indonesia meninggal seputar sakit jantung.

Nah, seram juga kan akibat dari mager? Kena sakit jantung, tentu bukan ancaman yang main-main.

Ingat firman Tuhan di 1 Korintus 6:19-20:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Pelihara tubuh kita, karena Allah bekerja lewat tubuh ini. Nama-Nya akan dimuliakan saat kita juga menjaga tubuh ini agar tetap sehat.

Untuk memerangi mager, ternyata enggak perlu kita harus nge-gym atau ikut program lari dengan target ikut London Marathon kok.

“Lakukan aktivitas fisik , minimal 30 menit, dan 5 kali seminggu, tidak merokok, dan hindari stres,” kata Dr Lily. Simpel banget, enggak pakai ribet.

Kita bisa naik sepeda, jalan kaki ringan, berlari-lari dengan “si kecil”, dan sebagainya. Pokoknya aktivitas fisik dan cukup 30 menit.

Ayo bergerak! Dengan beraktivitas fisik, kita akan bebas dari sakit jantung dan pembuluh darah. Ini artinya, kita bisa bebas dari pembunuh nomor satu di Indonesia.

0
0 Likes

Job Palar

Wartawan, penyuka traveling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest