Ketika Anda Merasa Tidak Dihargai

Pernah, tiba-tiba saya dapat SMS dari seorang sahabat, isinya begini:
”Min, gua lagi merasa nggak berharga…”

Sejenak saya tertegun membacanya. Saya tahu di seberang sana, dia pasti sedang berurai airmata sambil mengetik dan mengirimkannya via SMS ke saya.

Saat itu saya belum tahu benar apa yang dia alami dan dia belum menjelaskan, tapi karena saya baru saja baca sebuah buku, saya akhirnya mengirimkan kutipan-kutipan yang kebetulan saya rasa pas untuk kondisinya.

Dan salah satu isi SMS saya yang ternyata mengena ke dia dan pas dengan kondisinya saat itu ternyata adalah ini: ”Siapa bilang loe nggak berharga, tahu nggak, kalo gue punya perusahaan sendiri, loe adalah orang pertama yang akan gue rekrut.”

Dan itu memang bukan basa-basi. Saya tahu potensi dia. Saya sudah kenal dia sejak kuliah. Kami sering bekerjasama, dalam kepanitian dan kepengurusan organisasi kampus dan bahkan dalam kegiatan hidup sehari-hari.

Akhirnya, dia cerita tentang sebuah pekerjaan yang orang lain anggap tidak sanggup dia kerjakan. Padahal bukan begitu yang sebenarnya. Ada banyak alasan politis yang membuat sikap tidak menghargai tadi itu terjadi. Dan kemudian jawaban saya ke dia adalah kutipan-kutipan dari buku yang kebetulan baru kelar saya baca waktu itu.

Bukan bermaksud mempromosikan buku itu, tapi karena seorang teman udah bela-belain meminjamkan buku ini buat saya baca, karena dia rasa buku ini layak dibaca semua orang, saya percaya buku ini memang perlu dibaca, dan semoga berguna buat anda juga.

Bukunya berjudul BECOME A BETTER YOU, oleh Joel Osteen. Buku setebal 400an halaman ini saya sarikan sebagai berikut:

“Engkau dilahirkan untuk hal-hal yang lebih baik dari ini, setingkat lebih tinggi dari sekarang.” Bagaimana caranya?

  1. Terus maju
    2.
    Bersikap positif terhadap diri sendiri
    3.
    Mengembangkan better relationship
    4.
    Membentuk kebiasaan yang lebih baik
    5.
    Menerima tempat di mana anda berada
    6.
    Mengembangkan kehidupan hati anda
    7.
    Tetap bergairah dalam hidup

Berhentilah melihat pada apa yg anda tidak miliki, tapi mulai percaya bahwa segala sesuatu mungkin terjadi, bahwa Allah ingin melakukan sesuatu yg luar biasa dalam kehidupan anda. Rahasianya adalah menjaga mata anda terarah pada tempat tujuan anda.

Pendapat orang lain tak menentukan potensi anda. Apa yang mereka katakan atau pikirkan tentang anda tak mengubah apa yang Tuhan telah tempatkan dalam diri anda.

Jangan biarkan penolakan menjatuhkan anda. Dari penolakan terbesar terhadap kita, biasanya akan keluar tujuan terbesar kita.

Alasan mengapa begitu banyak orang tidak bahagia dan tidak mempunyai antusiasme adalah karena mereka tidak sedang memenuhi takdir mereka. Tuhan menyimpan suatu karunia, harta karun dalam diri anda, dan anda harus memunculkannya!

Belajarlah menyukai diri anda sendiri.

Saat anda memperlihatkan kasih, anda sedang memperlihatkan Tuhan kepada dunia.

Terimalah kritik. Bagaimana cara mengatasi kritik:

  1. Rayakanlah kemenangan orang lain
    2. Jangan habiskan seluruh waktu anda dengan berusaha memenangkan hati para pengkritik anda, berlarilah saja dalam perlombaan anda sendiri
    3. Takdir anda tidak ditentukan oleh para pengkritik anda
    4. Menjaga diri anda tetap bersukacita

Kembali ke teman yang tadi merasa tak dihargai itu, pada akhirnya, di tempat yang lebih bagus, dia mendapatkan pekerjaan yang sungguh menunjukkan potensinya dan mendapatkan penghargaan keren karenanya.

Bagi saya pribadi, membaca buku tadi sungguh bermanfaat! Juga bagi teman saya tadi. Dia merasa diubahkan oleh buku itu. Menjadi lebih baik.

Selamat menjadi pribadi yang lebih baik! Dan ingatlah, jangan pernah merasa tidak berharga, sebab anda berharga di mata Tuhan!!!

-*-

Foto: Pixabay

0
1 Like

Mino Situmorang

A mother.wife.writer.fin-acct Mgr.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest