Harapan dan Kepastian di Tahun yang Baru

Selamat tahun baru.
Saya mengutip renungan harian beberapa tahun lalu untuk kita semua, sebagai berikut.

Judul: TALI TAMBANG

Suatu pagi, saya mendampingi teman sekampus yang memakamkan ibunya. Sorenya, seorang teman lain menikah. Hidup terkadang memiliki jalan yang begitu unik dalam membelitkan suka dan duka.

Satu kali Nobita-sebuah karakter kartun Jepang-meminta pada Doraemon -sahabatnya- agar ia bisa selalu beruntung dalam hidup. Namun, Doraemon mengangkat sebuah tali tambang dan menunjukkan bahwa tali yang kokoh itu terdiri dari dua helai tali yang saling melilit. Dan ia mengibaratkan dua tali itu sebagai kebahagiaan dan kesedihan hidup yang terangkai menjadi satu.

Kesedihan akan diganti dengan kegembiraan, sebaliknya kegembiraan juga tidak akan berlangsung terus-menerus karena akan ada kesedihan di depan sana.

Hidup tidak bisa menawarkan kepastian pada manusia.

Sekokoh dan semapan apa pun kita membangun hidup, semua itu fana dan bisa runtuh dalam sekejap. Dan akhirnya, hal yang paling pasti dalam hidup ini adalah betapa fananya hidup manusia.

Pemazmur tampaknya sangat memahami fakta ini. Ketika ia merenungi betapa fananya hidup di dunia, maka ia menyadari betapa banyaknya hal sia-sia yang diributkan manusia (ayat 7). Satu harapan paling kokoh yang kita miliki hanyalah pada Tuhan. Rasa percaya kita kepada-Nya tidak akan pernah sia-sia.

Dari titik kesadaran ini, alangkah baiknya jika kita mengurangi perhatian pada hal-hal fana
yang kerap dipermasalahkan dengan sesama manusia. Tata ulang prioritas hidup kita.

Dan biarlah kita semakin giat melakukan hal-hal penting yang akan mempersiapkan kita menjelang kehidupan kekal yang tak mengenal kefanaan –OLV

TUHANLAH SATU-SATUNYA YANG BISA KITA PERCAYA DI TENGAH KETIDAKPASTIAN HIDUP.

(dikutip dari: e-RH 23Oct’2010)

-*-

Foto: Pixabay

0 Likes

Mino Situmorang

A mother.wife.writer.fin-acct Mgr.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X
Share This