Ingin Menjadi Manusia Super?

Karena anak-anak saya suka film-film tentang Pahlawan Super, saya jadi ikut-ikutan menonton. Dari banyak karakter itu, yang paling saya suka ada beberapa.

Pertama, Quicksilver. Kemampuannya adalah kecepatan yang luar biasa, dan menurut saya adalah kekuatan yang paling keren. Ketika dia tampil dalam film X-Men 2014: Days of Future Past, Quicksilver mencuri hati saya dengan gayanya yang kocak, sambil menyelamatkan dan melindungi orang dari bahaya, masih sempat mencomot makanan dan mengerjai musuh.

Kedua, Storm. Dia bisa mengendalikan cuaca yang dahsyat, menurunkan kabut tebal, badai salju, hujan deras, sesuai suasana hatinya. Luar biasa.

Ketiga, Mystique. Seseorang dengan kemampuan untuk mengubah bentuk fisik sesuka hati. Dalam sekejap, dia bisa berubah wujud menjadi artis, atau politisi. Mengagumkan.

Lalu, Domino. Dia dberkati faktor keberuntungan. Domino memiliki kemampuan untuk membuat segala sesuatunya berjalan sesuai rencananya, tidak peduli apapun yang sedang terjadi, dia bisa melenceng dari bahaya.
Tapi, bagaimanapun, Manusia Super ini semua punya kelemahan. Misalnya, Superman lemah oleh batu kripton.

Pernah tergoda oleh ide, betapa enaknya jika punya kekuatan super seperti mereka. Kesannya keren. Pernah juga terlintas oleh pikiran, sebuah keinginan, betapa enaknya jika ada pahlawan super dalam kehidupan nyata.

Misalnya Quicksilver, dalam sekejap bisa menangkap penjahat atau koruptor. Lalu Superman, bisa menyelamatkan kecelakaan pesawat terbang, Aquaman bisa mengangkat kapal karam, menangani tsunami dan banjir, dll.

Tapi itu hanya khayalan. Masalahnya, hidup kita ini bukanlah hidup yang serba instan. Kita bukan anak kecil yang manja seperti Nobita karena selalu ada penolong ajaib seperti Doraemon. Kehidupan dengan Pahlawan Super yang siap sedia menolong dengan instan, bukanlah konsep hidup yang kita jalani. Kita hidup dalam kenyataan, bahwa sebagai orang dewasa, kita harus mampu mencari jalan keluar atas masalah sendiri. Di atas itu semua, ada yang Maha Kuasa yang mengatur hidup kita.

Tapi, bagaimanapun, Manusia Super ini semua punya kelemahan. Beberapa seri dalam film menunjukkan hal itu. Lalu siapa yang tak punya kelemahan?

Betapa enaknya punya Tuhan.

Pikiran ini terlintas begitu saja ketika saya sedang di ruang bioskop, kemarin, ketika menonton film Glass, tentang manusia super, layaknya Pahlawan Super, yang mestinya bermisi menolong orang lemah dari penindasan dan keterpurukan. Hal yang menunjukkan betapa kita manusia yang lemah ini butuh seseorang yang lebih kuat untuk menolong dan menyelamatkan kita. Dalam film ini, tokoh bernama Beast, dianggap manusia super, yang pada hakekatnya memiliki misi menolong orang yang menderita, walau pada kenyataannya yang terjadi hal sebaliknya.

Beberapa waktu lalu saya dan seorang teman intens membahas tentang pergumulan, bahwa dia tengah berada di dalam situasi yang tidak menguntungkan. Ada beberapa pihak yang dengan sengaja dan sepertinya terencana ingin menjatuhkannya. Posisinya berada dalam keadaan terpojok dan sedang dicari-cari kesalahan dan kekurangannya untuk membuatnya bercela, hingga tidak bisa tampil ke atas, atau malah supaya bisa disikut ke samping dan jatuh. Sebutlah, semacam persaingan dalam dunia bisnis yang kejam.

Sesungguhnya, manusia pasti bisa ditemukan kesalahannya. Sepandai-pandainya tupai melompat, sekali waktu akan jatuh juga. Demikian juga kita, jika kita sendirian dan tidak mengandalkan Tuhan, jalan kita akan makin sulit.

Dalam pergumulan itu, pembicaraan kami sampai pada kesimpulan, bahwa kita hanya bisa melakukan yang terbaik, dan selebihnya berserah dan berdoa pada Tuhan. Sebab, Tuhan Maha Kuasa. Sebab Tuhan yang sama, yang menyelamatkan Daniel dari goa singa, yang menyelamatkan Yusuf dari penjara karena difitnah istri tuannya Potifar, yang membangkitkan Lazarus dari goa orang mati, yang membuka jalan bagi Musa dan bangsa Israel dengan memecahkan laut Teberau dari kejaran tentara Firaun, adalah Allah yang sama, yang Maha Kuasa yang juga akan menolong kita saat ini dan esok, sebab tak ada yang mustahil bagiNya. Kuasa maut pun dikalahkan.

Kami lalu teringat bahwa sekitar lima tahun lalu dia juga mengalami pergumulan yang serupa di perusahaan yang berbeda, dan pada akhirnya orang-orang yang berniat jahat padanya akhirnya terguling dan jatuh sendiri. Sementara teman saya ini makin jaya, sukses dan terus maju. Lalu kami berdua tertawa, dan menyimpulkan, mungkin ini ujian untuk teman saya itu, untuk bisa naik kelas, naik ke level iman yang lebih tinggi.

Sangat banyak contoh akan penyertaan Tuhan sepanjang masa terhadap orang-orang yang percaya padaNya. Jika demikian, apa lagi yang membuat kita kuatir. Kita punya benteng dan kekuatan, Tuhan yang Maha Kuasa.

Jadi, jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

0
0 Likes

Mino Situmorang

A Mom.Wife.Writer.Acctnt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest