Gelombang Balik #KerenanAHok dan Senyum Kecut BESOK SENIN

Ada dua keriuhan tertanda di jagad media sosial yang saya lihat. Dan saya jujur saja jadi senyum-senyum sendiri membacanya.

Trending topic Twitter untuk Indonesia memperlihatkan tagar #KerenanAhok dari Minggu malam sudah merajai dengan cuitan sebanyak 9.962 kali, nyaris tembus 10.000 cuitan. Wajarlah, Minggu sore dan malam menjadi kehebohan tersendiri buat para pendukung cagub DKI Nomor 2 Ahok-Djarot yang menggelar flashmob di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.

Dan, segala hal yang berkaitan dengan Ahok–baik maupun buruk, berita miring maupun berita tegak–akan selalu menghadirkan kehebohan tersendiri di jagad media sosial. Jadi, booom, berita di media sosial dan menular ke media massa menceritakan soal flashmob yang digagas Sys NS ini.

Sys NS menyatakan, ide acara itu muncul sekitar empat hari lalu, 4 Januari 2017. Mulanya, ia hanya mengajak beberapa kalangan undangan saja. Tapi ia tak menyangka undangan tersebut tersebar di media sosial sehingga yang berpartisipasi menjadi banyak.

“Saya sebelunya pengen cuma beberapa orang, 300-400 orang. Tapi tersebar di media sosial jadinya udah pada tau semua,” kata Sys NS, yang juga bertindak selaku koordinator acara, kepada awak media, Minggu malam. Demikian dikutip dari Kompas.com.

Akibat dari kehebohan terkait Ahok ini–meski Ahok-nya sendiri tidak datang–saya dan publik sepertinya harus bersiap menghadapi gelombang informasi “perlawanan” terkait kegembiraan para pendukung di Citos ini.

Informasi “berlawanan” inilah yang mengundang senyum karena biasanya bersifat menafikan atau bertolak belakang sama sekali. Seolah-olah kita nginep di Bumi yang berbeda.

Sudah jamak dalam tata pergaulan di media sosial ini, seperti gelombang ombak menerpa batu karang. Ketika ada gelombang datang dari arah laut, maka kita akan bersiap melihat hempasan balik gelombang yang sama setelah membentur batu karang dengan bunyi yang lebih heboh dari saat gelombang itu datang.

Jadi, saya tak lama lagi akan terpapar juga versi berbeda dari kehebohan di Citos itu. Atau mungkin, akan ada kegiatan berbeda yang berusaha melebihi magnitude keriaan ciptaan Sys NS dkk ini.

Satu lagi, trending topic yang bikin saya tersenyum: BESOK SENIN. Ini menempatin nomor 2 terbanyak jadi cuitan sejak Minggu malam. Sudah sekitar 7.628 cuitan menggunakan dua kata ini.

Ada apa dengan hari Senin? Jawabannya bisa dilihat di salah satu dari twit selebritas ini.

Jennifer Rachel, ‏@Rachel_JKT48 :

Besok senin.
Udah mulai sekolah besok, jiwa dan raga blm siap jalanin kehidupan ini (?) *apasingawur*

Nah loh, rupanya Senin ini, 9 Januari 2017, memang merupakan hari masuk sekolah nasional, setelah libur Tahun Baru. Para pekerja pun kebanyakan telah menyelesaikan cutinya, dan Senin ini, semua siap kembali bekerja.

Untuk penghuni Kota Jakarta dan sekitarnya, rutinitas menghadapi kemacetan kota besar, mengejar waktu, dan sebagainya, kembali terjadi. Jakarta akan berdetak kencang lagi seperti biasanya. Tidak seperti dua minggu lalu, di mana jalanan terasa lengang, dan segala sesuatu tidak terasa perlu diburu-buru.

Kali ini, saya senyum-senyum kecut. Sama seperti kebanyakan pengguna kata “BESOK SENIN” di Twitter, saya juga merasa males banget harus menghadapi rutinitas ini. Tapi ya mau bagaimana? Berakit-rakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Dengan kita bekerja keras, kita akan merasakan nikmatinya liburan bukan? Jadi, mari kita “nikmati lagi” isu Ahok dan rutinitas di kota besar ini sampai nanti ada tanggal merah yang jatuh hari Jumat atau hari Senin. Dengar-dengar, katanya tahun ini lumayan banyak tanggal merah dengan posisi asyik macam itu.

 

Foto: Twitter @RennyFernandez (atas) dan Screenshot (bawah)

0
3 Likes

Job Palar

Wartawan, penyuka traveling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest