Film “The Greatest Showman”; Ketika Kau Bersinar, Ada Saja yang Silau!

Ketika kau bersinar, ada saja yang silau!

Itulah salah satu hikmah yang saya petik setelah menonton film The Greatest Showman.

Film drama musikal sebenarnya bukan genre favorit saya, tapi saya penasaran dengan film ini karena menang penghargaan Gloden Globe Award untuk best motion picture dan untuk aktor terbaik (Hugh Jackman).

Karena Hugh Jackman sudah terlanjur memiliki imej mutan X-men sebagai Wolverine sebagai di mata saya, saya penasaran bagaimana aktingnya di film musikal ini.

Melihat dia bernyanyi dan menari di dalam film ini, di balik perannya yang sangar di film X-men, terasa kontras, dalam film ini dia terlihat luwes dan ‘manis’.

Film ini terinspirasi dari kisah hidup tokoh bisnis pertunjukan abad ke-19, P.T. Barnum.

Konon Barnum yang anak orang miskin menikahi Charity putri orang kaya. Sayang sekali tempatnya bekerja pailit, sehingga dia harus memakai siasat untuk menghidupi keluarga. Dia mulai berwiraswasta membuat musium, tapi tidak laku. Putri kecilnya memberi ide, hingga Barnum merintis sebuah bisnis pertunjukan. Uniknya, Barnum merekrut orang-orang yang kurang diterima di masyarakat.

Tak disangka tempat pertunjukan Barnum sukses meraih banyak penonton. Seorang kritikus dengan tajam menyebut pertunjukannya sirkus. Barnum malah menerima kritikan itu sebagai masukan, dan malah menjadikan nama musiumnya menjadi sirkus. Hal ini patut kita catat. Siaplah menerima kritikan.

Tepat pada saat anda mulai terlihat, apalagi bersinar (baca: sukses) pasti banyak yang akan silau; melihat dengan iri dengki. Dan, akan banyak datang kritikan, kecaman, hambatan, bahkan mungkin juga ancaman, sikutan, dan usaha penghancuran.

Apapun yang anda lakukan, apalagi jika terlihat ‘stunning’ atau ‘oustanding’, bagai di bawah lampu sorot, selain reaksi yang positif, pasti mengundang banyak yang akan berkomentar negatif. Banyak manusia mungkin tidak suka melihat orang lain sukses.

Iri hati dan dengki memang sudah jadi satu dari dosa maut manusia. Seperti kata seorang pakar, jika tak ingin mendapat kritikan atau halangan, jangan melakukan apa-apa.

Padahal kesuksesan itu lahir dari usaha keras dan perjuangan, seperti Barnum. Dalam hidup ini tak ada yang mudah. Manusia memang diciptakan untuk berusaha, berjuang (‘mengusahakan dan memelihara dan menaklukkan bumi’), dan bekerja keras.

Hikmah lain dari film ini, adalah tentang kesetaraan hak azasi manusia. Dalam film ini, mereka yang memiliki kekurangan dalam bentuk fisik bawaan lahir, juga warna kulit/ras yang berbeda, mendapat kecaman dan penolakan, dianggap tak layak masuk dalam hidup manusia (yang merasa) ‘normal’ lainnya. Sayangnya hal ini juga masih terjadi di jaman modern dan millenial ini.

Barangkali kita ini memang makhluk penghujat, kadang merasa derajat kita lebih tinggi daripada orang lain, dan salah menganggap bahwa perbedaan adalah sebuah kesalahan.

Satu kalimat yang saya suka dari film ini adalah ucapan Charity pada Barnum:

You dont need everyone to love you, just a few good people.”

Memang kadang kita ingin menyenangkan dan disukai banyak orang tanpa sadar bahwa itu adalah usaha yang sia-sia dan hanya akan merugikan diri kita sendiri.

Lalu kekuatan cinta, sangat terlihat dalam film ini. Karena cintalah, Charity yang anak orang kaya rela menikah dengan Barnum yang miskin. Karena cintalah juga Barnum berjuang keras memberikan hidup yang layak bagi Charity dan kedua putri mereka, hingga sukses menjadi orang kaya. Karena cinta jugalah Philip dan Anne berani menerjang perbedaan kelas sosial dan ras. Philip dari kalangan atas, sedangkan Anne hanya seorang penari akrobat berkulit hitam (yang saat itu dianggap ras budak). Karena cinta dan kesetiaan kepada istrinya jugalah Barnum menolak ketika Jenny Lind, bintang andalan show-nya yang cantik dan bersuara merdu, jatuh cinta padanya. Hal-hal tersebut ada dalam film ini terlepas faktanya demikian atau tidak.

Hikmah lainnya, seperti sebuah lagu dalam film ini, untuk sukses, kita semua harus berani bermimpi.
‘Cause every night I lie in bed
The brightest colors fill my head
A million dreams are keeping me awake
I think of what the world could be
A vision of the one I see
A million dreams is all it’s gonna take
A million dreams for the world we’re gonna make

Jadi,
bermimpilah, dan berusaha keraslah menggapainya!

-*-

0
0 Likes

Mino Situmorang

A mother.wife.writer.fin-acct Mgr.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest