Fantastic Beasts, Menundukkan Makhluk Paling Kejam di Dunia

Anda yang telah kangen dengan “ledakan-ledakan” ide unik dari kisah Harry Potter, wajib nonton film ini. Niscaya, kerinduan atas dunia lain ciptaan JK Rowling akan terobati.

Fantastic Beasts and Where to Find Them, sebuah film spin off dari dunia rekaan JK Rowling. Ini juga merupakan sebuah film “test the water” dari JK Rowling dan Warner Brothers sebagai perusahaan pembuat, apakah publik telah siap dan akan menerima lagi keseruan dunia sihir.

Pasalnya, akan ada 5 film yang segera dibuat dengan latar belakang dunia Harry Potter. Film-film itu mengisahkan beberapa dekade sebelum era Harry Potter. Dan seperti yang telah dilaporkan di banyak situs yang mengulas tentang film ini, sepertinya Warner Brothers “menang banyak” atas pemunculan Fantastic Beasts and Where to Find Them.

Fantastic Beasts and Where to Find Them mengisahkan tentang Newt Scamander ( Eddie Redmayne), seorang magizoologist, yang menciptakan sebuah buku wajib bagi para pelajar sihir di sekolah sihir Hogwarts.

Bukunya berupa katalog tentang binatang-binatang di dunia sihir yang harus diketahui oleh para penyihir itu sendiri. Dari nama katalog yang disusun Scamander itulah, judul film ini dibuat.

Newt Scamander datang ke tanah Amerika Serikat dari negeri leluhur, Inggris. Eddie Redmayne yang memerankan Scamander benar-benar aktor kelas Oscar–dan memang dia langganan nominasi Oscar sekaligus memenanginya lewat akting sebagai Stephen Hawkings.

Gaya canggung Scamander plus gaya progresif dari penduduk Amerika Serikat jadi sangat terasa terbentur begitu Scamander keluar dari kapal yang mengantarnya ke pelabuhan di New York. Akibatnya, tas ajaib yang dibawa-bawa Scamander pun lewat dari pengawasannya.

Beberapa “penghuni” tas berhasil keluar. Para penghuni ini tentu saja binatang-binatang yang ajaib, sesuai dengan lingkungan mereka di dunia magis.

Sebut saja, si biang keladi kekacauan sekaligus pengawal cerita, Niffler. Bentuknya seperti platipus, kegemarannya adalah benda-benda mengkilat dan bersinar. Niffler terlepas di depan sebuah bank. Binatang ini langsung mengincar uang logam berpendar dan seterusnya ke brankas berisi emas perak berkilau. Ini saja sudah menghasilkan kegaduhan tersendiri.

Ada lagi yang terlepas, Demiguise. Hewan seperti kera namun berbulu perak. Bulu itu pula yang membuat dia bisa tak terlihat. Demiguise sangat sulit ditangkap jika telah lepas, karena hewan ini bisa membaca masa depan. Jadi, kita harus melakukan gerakan tak terduga untuk menangkapnya.

Bowtruckle, makhluk manis berbentuk batang pohon kecil. “Bowtruckle adalah pemakan serangga dan sangat pemalu. Dia juga makhluk yang sangat setia pada tuannya, sekaligus sangat jago membuka lubang kunci,” kata Newt.

Kemudian penonton akan menyaksikan makhluk-makhluk perkasa, seperti Graphorn. Graphorn berperawakan seperti bison raksasa.

Ada lagi Erumpent, gabungan antara gajah dan badak. Scamander wajib melakukan gerakan-gerakan yang dijamin akan membuat penonton terbahak-bahak, hanya demi menundukkan keganasan Erumpent.

Kemudian Thunderbird, burung raksasa yang telah jadi legenda di dunia nyata. Thunderbird menjadi penurut ketika sang tuan mengelus-elusnya dengan penuh kasih sayang.

Beberapa binatang terakhir ini hadir dengan ukuran raksasa dan tingkat kengerian yang masif sebenarnya. Namun, ternyata yang paling berbahaya dari semua ini adalah Obscurus. Dari tampilan fisiknya, Obscurus hanya berupa bayang-bayang hitam. Scamander berhasil menundukkannya dengan mengisolasi Obscurus menggunakan gelembung udara.

Namun, diceritakan Obscurus ini menjadikan manusia sebagai media penghancur. Obscurus muncul jadi energi dahsyat yang bisa menghabisi apa saja jika dia telah berada di dalam manusia. Makin besar emosi manusia itu, makin kuat daya ledak dan rusak Obscurus yang keluar tubuh manusia.

Tak ada yang lebih menyeramkan dan menyulitkan untuk ditaklukkan dari hanya sekadar makhluk gabungan gajah dan badak mengamuk di taman kota, dibanding Obscurus yang mengamuk dan membuat kota hancur lewat media tubuh seorang anak bernama Credence.

Sesuatu yang lembut, mengambang di udara, ternyata menjadi kekuatan hebat dan sangat berbahaya. Obscurus seperti sebuah ledakan emosi besar, nyata dan merusak, yang ternyata bisa dihadirkan manusia.

Manusia-manusia bersumbu pendek, mudah meledak, berpikiran sempit, yang beberapa kali berkelebat di televisi dan menghinggapi media sosial kita, mungkin telah dirasuki oleh Obscurus ini.

Dan, terakhir dan yang paling merusak dari semua itu, melebihi Obscurus, adalah manusia.

“Aku harus menangkap kembali binatang-binatang itu dan menyimpannya lagi ke dalam koper ini, sebelu mereka terluka. Mereka sedang dalam bahaya saat ini. Mereka sedang dikelilingi jutaan makhluk paling kejam, manusia,” kata Newt Scamander.

Bahkan kekuatan Obscurus ini saja, yang paling berbahaya, desktruktif, dan paling sulit ditaklukkan di antara makhluk lain, masih bisa ditunggangi demi kepentingan sesaat manusia dalam berpolitik.

Percival Grave, seorang petinggi di antara mahkamah sihir AS, memanfaatkan kekuatan Obscurus di tubuh Credence demi memuluskan agenda-agenda politiknya. Inilah manusia, jika rasa picik dan licik sudah muncul, kekuatan dahsyat semurni apa pun bisa ditunggangi demi mencapai apa yang diinginkan.

Kalau dengar kata “tunggang-menunggangi” begini, saya jadi ingat pidato Presiden Joko Widodo tentang “Aksi ini telah ditunggangi aktor-aktor politik”. Relevan banget ya. Saya sih yakin Jokowi belum menonton film ini, ini cuma “cita rasa” saya saja.

Pada akhirnya, film Fantastic Beasts and Where to Find Them ini memberi satu inspirasi. Tak ada yang lebih menyeramkan, lebih menghancurkan dan lebih kejam dibanding nafsu dan kepicikan manusia.

Dan untuk menundukkan kepicikan manusia, Newt Scamander mengajarkan,” Jangan panik, tidak ada alasan untuk itu!” Di lain waktu dia mengatakan,”Kekhawatiran membuatmu menderita dua kali lipat.”

Panik dan khawatir hanya akan membuat orang picik sukses mencapai tujuannya. Sementara, ketenangan dan melihat segala sesuatu lebih jelas justru akan membuat segala usaha destruktif menjadi sia-sia.

 

Foto: imdb.com

0 Likes

Job Palar

Wartawan situs berita sinarharapan.net, penyuka traveling bersama keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X
Share This