Cinta Thanos

Ada adegan yang menurut saya paling sedih, ketika menonton film Avengers, Infinity War.

Yaitu adegan Gamora dengan Thanos. Ketika itu, Thanos harus menukarkan apa yang dia cintai untuk mendapatkan batu infiniti Jiwa. Mengetahui syarat itu, sejenak ada jeda.

Thanos yang selalu berhasil mendapatkan apa yang dia mau dengan segala cara, kali ini mendapatkan tantangan yang Gamora kira akan membuat Thanos gagal. Sebab monster sejahat Thanos, menurut Gamora, tak punya seseorang atau sesuatu yang dicintai dalam hidupnya, kecuali dirinya sendiri.

Ketika itu, sambil tertawa Gamora berkata:
All of my life I’ve been waiting for this moment: When you failed. You know why? Because you love nothing! No one!”

Dan saat itu airmata menetes di pipi Thanos.
Gamora tentu saja terkejut. “Really, tears?”
Masa monster jahat dan kejam itu menangis? Masa dia bisa menangis? Menangisi apa?

Lalu dia sadar bahwa Thanos menangis bukan untuk dirinya sendiri. Not for him.
Seketika Gamora sadar bahwa Thanos menangis untuk diri Gamora. Tak disangka satu-satunya yang dicintai Thanos adalah Gamora.

Gamora pun segera meronta: “No..! This isn’t love.”

Mana mungkin Thanos yang jahat itu bisa mencintai, apalagi mencintainya, anak angkatnya yang tidak tahan padanya hingga melarikan diri darinya?

Gamora tak sempat berpikir lagi, dia sudah diseret untuk dilempar ke jurang oleh Thanos. Dan Thanos melemparkan Gamora, membunuhnya, membunuh orang yang dicintainya, sambil berurai airmata.
Monster itu, membunuh anaknya sambil menangis.

Melawan hati nuraninya, untuk tetap melakukan yang jahat.

Committed to crime. Melakukan segala cara untuk mendapatkan tujuan, walau harus mengorbankan orang yang dikasihi.

Adakah kita seperti itu? Adakah Thanos dalam diri kita masing-masing?

Cintakah namanya ketika mengorbankan orang yang kita cintai untuk kepentingan diri kita? Seperti cinta Thanos.

Bukankah harusnya cinta identik dengan pengorbanan diri, seperti konsep salib, cinta adalah ketika kita mengorbankan diri untuk orang yang kita cintai?

0
0 Likes

Mino Situmorang

A mother.wife.writer.fin-acct Mgr.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest