Bukti ‘Penistaan’ Raja Hizkia Terhadap Kuil-Kuil Berhala

Arkeolog telah menggali sebuah situs di kota kuno di Israel dan menemukan bukti-bukti bagaimana raja Hizkia, yang pernah memerintah Yehuda, menghancurkan kuil-kuil penyembahan berhala.

***

Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan.
(2 Raja-Raja 18:4)

Cuplikan kisah dari Alkitab itu menggambarkan bagaimana Raja Hizkia di Yehuda menghancurkan kuil-kuil penyembahan berhala. Hizkia adalah putra Raja Ahas. Dia naik tahta pada usia 25 tahun dan memerintah selama 29 tahun. Masa pemerintahannya adalah tahun 729 Sebelum Masehi (SM) sampai 687 SM.

Kisah penghancuran yang disebut pada 2 Raja-Raja 18:4 itulah yang kemudian terbukti secara arkeologis melalui ekskavasi di reruntuhan kota Tel Lachish di Israel. Penggalian dilakukan oleh Israel Antiquities Authority (IAA) bersama arkeolog dari Inggris dan Universitas Tel Aviv, pada Januari-Maret lalu.

Mereka menggali di gerbang kuno menuju kota itu. Kota ini pada masa lalu terbilang kota yang penting, setelah Yerusalem. Hasilnya, ditemukan jejak kuil dari abad ke-8 SM.

Gerbang Kota Lachish yang memiliki panjang 24 meter itu memiliki 6 ruang, yang berisi tanda-tanda kehidupan di kota itu pada masa lalu.

Seperti digambarkan di Alkitab, banyak aktivitas yang dilakukan di gerbang kota. Nah, begitu pun gerbang Kota Lachish. Di dalam gerbang itu ditemukan banyak artefak, termasuk kursi-kursi bagi para tetua, hakim, gubernur, raja, dan bangsawan.

“Bangku-bangku itu kami temukan dalam penggalian,” tutur Sa’ar Ganor, direktur penggalian itu.

Artefak-artefak lain memperlihatkan jejak-jejak kerajaan Yehuda. Yang menarik, pada satu ruang ditemukan sebuah kuil yang dindingnya diplaster putih dan dua altar yang sudut-sudutnya bertanduk, tapi sudah terpotong.

Pemotongan itu diduga merupakan atribusi kepada Raja Hizkia dan tanda bagaimana kegiatan keagamaan disentralisasi di Yerusalem dan penyembahan berhala di luar Yerusalem dihancurkan.

Lantas, bukti lainnya adalah penemuan sebuah toilet yang dipasang di tempat paling suci di kuil itu. Ini bukan berarti bahwa kuil itu berfungsi juga sebagai tempat buang hajat.

Penempatan toilet di tempat suci pada masa itu adalah simbol bahwa peribadatan di kuil itu sudah dihapuskan. Itu adalah bentuk ‘penistaan’ resmi.

Tanda bahwa itu simbol, dari hasil pemeriksaan para ahli itu, toilet itu memang tak pernah dipakai.

Konsep ‘penistaan’ di tempat penyembahan berhala juga pernah dicatat di Alkitab, saat raja Yehu menghancurkan rumah Ba’al.

Seperti dijelaskan pada 2 Raja-Raja 10:27: “Mereka merobohkan tugu berhala Baal itu, merobohkan juga rumah Baal, dan membuatnya menjadi jamban; begitulah sampai hari ini.” 

Ini pertama kalinya kisah di 2 Raja-Raja 10:27 terkonfirmasi secara arkeologis.

Gerbang Kota Lachish sendiri sedang dalam proses konservasi, supaya bisa dikunjungi oleh masyarakat.

Foto: Screenshot dari DailyMail/copyright pada Israel Antiquities Authority

0 Likes

Deddy Sinaga

Seorang Suami | Ayah | Jurnalis | Arkeolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X
Share This