Bagaimana Cara Menguasai Bumi?

Ada dua modal untuk manusia bisa menguasai bumi. Ilmu pengetahuan, dan Kitab Suci.

Apa itu ilmu pengetahuan?
Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Bagaimana dengan Kitab Suci?
Dalam 2 Tim. 3: 15 disebutkan bahwa fungsi kitab suci adalah menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus. Mengingat hal tersebut mempelajari kitab suci adalah dalam rangka mencapai keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus.

Dalam 2 Tim. 3:16 disebutkan bahwa Kitab Suci diilhamkan Allah, sehingga sebagai Kristen kita percaya bahwa tulisan dalam Alkitab adalah juga adalah Firman Allah.

Kitab suci adalah buku tentang keselamatan manusia. Dia tidak membahas ilmu pengetahuan, sejarah, sastra atau lainnya, walaupun dalam kitab suci terdapat ilmu pengetahuan, sejarah dan juga karya sastra.

 

Kitab Suci vs ilmu Pengetahuan

Karena fungsinya sebagai buku iman maka Alkitab tidak bisa dipakai sebagai acuan ilmu pengetahuan. Sejarah Gereja pernah tersesat dalam hal ini, yaitu pada masa Copernicus (1473-1543) dan Galileo Gallilei (1564-1642) yang menentang teori Heliocentris (Matahari sebagai pusat Tatasurya) yang diusulkan oleh keduanya karena gereja pada saat itu menganggap bumi sebagai pusat tata surya (geocentric).

Gereja bahkan sampai menghukum pengucilan sampai ia meninggal bagi Galileo karena karyanya itu dianggap sebagai penyesatan. Walau akhirnya gereja katolik melalui Paus Yohanes Paulus II menyatakan bahwa hukuman itu salah (1992) dan 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan.

Tetapi kita juga tidak boleh terlalu mendewakan ilmu pengetahuan sehingga sesuatu yang tertulis dalam Alkitab yang tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan adalah khayalan saja. Alkitab juga kadang mencatat sesuatu yang tidak sesuai dengan zamannya, contohnya Yesaya 40:22.

Disebutkan bahwa bumi adalah bulat. Pemahaman pada waktu itu adalah bahwa bumi itu datar dan pemahaman bumi adalah bulat baru ditemukan pada tahun (1451-1506). Sesuatu yang tidak masuk rasio kita saat ini bisa dianggap sebagai pengertian kita saat ini yang belum mampu mencernanya tetapi bukan berarti tidak masuk akal.

 

Sikap Kitab Suci terhadap Ilmu Pengetahuan

Dalam Kej. 1:26 Alkitab mencatat bahwa tujuan penciptaan manusia adalah supaya mereka berkuasa atas ciptaan lainnya. Bahkan dalam Kej 1: 28 salah satu perintah Tuhan kepada manusia adalah menaklukkan bumi. Kata berkuasa dan menaklukkan itu erat hubungannya dengan ilmu pengetahuan.

Manusia diberi kuasa dan kemampuan untuk menguasai ciptaan lainnya supaya kemudian ciptaan itu dikelola dengan baik untuk kepentingan manusia selanjutnya. Mempelajari alam adalah perintah Tuhan sehingga alam bisa dikelola dengan baik.

Tuhan Yesus dalam Matius 25:14-30 mengajarkan para murid dengan sebuah perumpamaan tentang Talenta. Inti dari perumpamaan ini adalah sebagai murid Kristus kita harus mengembangkan talenta yang Tuhan berikan termasuk jika talenta kita adalah dalam mempelajari suatu ilmu pengetahuan. Dengan cara itulah kita bisa menguasai bumi.

 

0
0 Likes

Martua Sianipar

Alumni UI dan UPH | Karyawan Swasta | Majelis HKBP Cinere

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest