Anak-Anak Muda Penuh Karya

Sumpah Pemuda mestinya diperingati dengan karya, biar tak terkesan omong belaka. Dan anak-anak muda kita, sudah membuktikannya.

Di balik sebagian generasi muda yang sibuk bernarsis tak penting di media sosial, ada banyak juga yang sadar bahwa mereka harus berbuat sesuatu untuk negeri tercinta.

Beberapa waktu lalu, kami di CNN Student menurunkan laporan khusus mengenai sosok anak-anak muda yang keren itu di rubrik Student Topik “Yang Muda yang Berkarya”.

Kami temukan mereka di beberapa ajang kompetisi sains, seperti Lomba Karya Ilmiah Remaja dan National Young Inventors Award 2016 yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan lomba karya tulis Ilmiah Nasional di Universitas Negeri Malang.

Saya rangkumkan untuk kita semua di Petra Online:

1. Nur Bella Turcica Anibah dan Zahira

20160926_154650-1-1
Karya kedua siswa SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan ini benar-benar menarik. Keduanya mendapati bahwa tanaman kebiul (Caesalpinia bonduc L.) yang endemik di daerah mereka, ternyata mengandung senyawa yang bisa membantu menghambat pertumbuhan sel kanker. Tanaman ini memang sudah dipercaya berkhasiat oleh warga setempat dan mereka membuktikan, ada khasiat lain yang pasti sangat berguna bagi kita, terutama bagi penderita kanker payudara.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20161019105429-445-166476/siswi-sma-asal-bengkulu-temukan-ekstrak-penghambat-sel-kanker/)

2. Okti Nurhidayah

p60926-144324
Tubuhnya boleh mungil, tapi hasratnya untuk melakukan penelitian dan penemuan sangat besar. Okti, siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Sampang, Cilacap, Jawa Tengah ini, telah menemukan sampo dari rumput bandotan yang ampuh membunuh jentik nyamuk, dan teko tanah liat yang ampuh membersihkan air. Rahasianya, kata dia, adalah selalu kepo alias ingin tahu.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/student-star/20161017105546-463-165982/penemu-mungil-dari-cilacap/)

3. Hanun Dzatirrajwa dan Izza Aulia Putri Purwanto

p60926-150510
Keduanya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Hanun kelas 4 SD IT Bina Amal Semarang Izza di kelas 5 SD IT Al Islam Kudus. Keduanya adalah saudara sepupu.

Karya kedua anak ini luar biasa, bersumber dari jiwa sosial mereka yang tinggi. Mereka membuat permainan papan Ular Tangga khusus untuk anak-anak tuna netra.

Kali lain, mereka mendesain sarung tangan khusus petani tomat. Dengan sarung tangan itu, petani bisa memanen tomat dengan mudah dan tepat.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20161003035633-445-162796/anak-sd-ciptakan-sarung-tangan-pemanen-tomat/)

4. Lusia Estihito Estuningrum dan Clara Parahita Nareswari

img-20160930-wa0009
Keduanya adalah siswi SMA Negeri 3 Yogyakarta yang memenangi lomba karya tulis ilmiah nasional di Universitas Negeri Malang. Mereka menemukan ide pembuatan briket daun kering dari daun Ficus elastica yang banyak ditemukan di sekolah mereka. Biasanya daun ini dijadikan kompos saja, padahal akan memakan waktu yang lama. Sebaliknya, kalau dijadikan briket, prosesnya tak lama dan briket bisa dimanfaatkan untuk banyak keperluan.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20161006151750-445-163746/duet-siswi-sman-3-yogyakarta-ini-ubah-sampah-jadi-briket/)

5. Ghina Eroz Rasman dan Mega Meulia

img_7817
Siswi dari SMA Negeri 63 Jakarta ini menemukan manfaat lain limbah kulit nanas Palembang alias Ananas comosus.

Limbah nanas itu kalau diolah akan menghasilkan bahan plastik yang ramah lingkungan. Mereka sukses menemukan sumber lain untuk plastik biodegradable yang masih sangat sedikit penelitiannya di Indonesia.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20161004135354-445-163192/limbah-nanas-jadi-plastik-ramah-lingkungan/)

6. Albertus Andito

p60926-142246
Siswa kelas 12 SMA Asisi Jakarta ini merancang hal yang unik dan menarik, yaitu gantungan alias hanger kulkas. Tujuannya untuk menjadikan kulkas sebagai alat pengering pakaian.

Dia terinspirasi kebiasaan sebagian orang menjemur pakaian basa di dekat kulkas yang mengeluarkan panas. Nah, supaya gampang, Albertus merancang hanger yang memudahkan orang menjemur.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160929134535-445-162093/hanger-sayap-kulkas-pengering-baju-dalam-semalam/)

7. Angelica Grace

img_7994
Angelica masih bersekolah di kelas 12 SMA Santa Laurensia, Jakarta. Dia berhasil menemukan manfaat limbah plastik untuk menghasilkan energi listrik.

Angelica memanfaatkan kemampuan penguraian plastik bakteri B, subtilis dan teknologi Microbial Fuel Cell (MFC) untuk menghasilkan voltase listrik sambil mengurai plastik.

Plastik yang telah diradiasi UV dan plastik yang belum diradiasi UV digunakan sebagai sumber karbon bakteri dalam MFC. Penemuan ini dapat membantu mengurangi polusi secara global.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160929110550-445-162049/limbah-plastik-jadi-listrik-buah-karya-angelica/)

8. Mikha Christevan Tanihatu dan Daniel Prathito

p60926-154417
Kedua siswa SMA Katolik Ricci II Jakarta ini membuat alat yang lucu bin unik. Mereka menamakannya Guntal alias gunting kuku anti terpental.

Ide awal mereka dari rasa malas membersihkan potongan kuku yang berserakan sehabis kita memotong kuku. Nah alat ini akan memotong kuku sekaligus menampung potongannya. Jadi kita akan mudah membuang potongannya. Sederhana idenya, tapi bermanfaat kan?

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160929112950-445-162055/guntal-si-pemotong-kuku-anti-terpental/)

9. Widi Jati Laksono

p60927-114631
Siswa SMA Negeri 1 Purworejo ini berurusan dengan lintah. Dia menjadikan lintah sebagai alat pendeteksi cuaca.

Ternyata, lintah memang punya kemampuan itu. Dia berkaca pada sebuah buku yang menyatakan lintah pernah dipakai untuk mendeteksi badai oleh orang Eropa pada abad ke-19.

Lintah, oleh Widi, dimasukkan ke dalam wadah berisi air yang telah dipasangi sensor infra merah. Posisi lintah di dalam wadah menjadi penentu cuaca.

Jika cuaca cerah, lintah akan berada di permukaan air. Ketika mendung, lintah akan berada di tengah menuju ke bawah. Sedang saat hujan, lintah akan berada di dasar wadah.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160929154122-445-162154/berkat-lintah-jadi-finalis-lomba-karya-ilmiah/)

10. Sang Ayu Prischa Astarina dan Ni Kadek Ayunda Sarini Dewi

p60926-134412-copy
Sepasang siswi SMA Negeri 4 Denpasar, Bali, ini menemukan bahwa mendalang itu ternyata bisa meningkatkan memori otak.

Saat mendalang, si dalang menggunakan hampir seluruh anggota tubuhnya. Otak akan bekerja mengingat cerita, mengeluarkan suara yang berbeda untuk tiap karakter, tangan yang aktif dan terampil, dan kaki yang ikut memainkan alat musik.

(Cerita lengkapnya di: http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20161004110143-445-163139/siswi-bali-ini-buktikan-mendalang-tingkatkan-memori-anak/)

Foto-Foto: Courtesy CNN Indonesia Student

1 Like

Deddy Sinaga

Seorang Suami | Ayah | Jurnalis | Arkeolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X
Share This