Pahlawan yang Gagah Berani

“TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (Hakim-Hakim 6:12 )

Identitas atau jati diri seseorang dibentuk oleh lingkungannya. Lingkungan yang terdekat pertama yang membentuk seseorang adalah keluarganya, lalu kemudian pergaulan dan pendidikannya.

Identitas rohani juga dibentuk oleh lingkungan rohani. Bila kita mengaku percaya kepada TUHAN dalam Kristus Yesus, maka identitas rohani kita akan terbentuk oleh lingkungan di mana kita mendalami kepercayaan kita itu.

Kitab Hakim-Hakim pasal 6 dan 7 menceritakan sebuah kisah yang berkaitan erat dengan soal identitas itu, yaitu kisah tentang Gideon. Gideon hidup di zaman ketika bangsa Israel hidup dalam penyembahan berhala, kepada dewa-dewa Baal.

Perjanjian yang dibuat bangsa Israel dengan TUHAN sudah begitu jelas, yaitu jika mereka setia menyembah TUHAN mereka akan selamat, namun jika mereka berbalik menyembah berhala, mereka akan mengalami kebinasaan.

Itulah yang dialami bangsa Israel di masa hidup Gideon. Mereka ditindas oleh bangsa Midian dan Amalek. Penindasan itu sudah berlangsung selama 7 tahun dan membuat bangsa Israel terancam kelaparan dan binasa.

Di dalam kesesakan, bangsa Israel berseru kepada TUHAN, dan TUHAN menjawab melalui seorang nabi-Nya bahwa mereka harus bertobat dari dosa penyembahan berhala mereka terlebih dahulu. Untuk menggerakkan kebangkitan rohani bangsa Israel, TUHAN mengangkat seorang hakim atas mereka, dan TUHAN memilih Gideon.

TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (Hak 6:12 ).

Siapakah Gideon yang disebut gagah berani oleh Malaikat TUHAN ini? Dia mengirik gandum di tempat pemerasan anggur. Dia penuh keraguan kepada Malaikat TUHAN yang datang kepadanya.

Secara manusiawi, Gideon bukanlah seorang yang istimewa sama sekali. Dia tidak dapat dikatakan seorang pemberani sama sekali, kalau tidak mau disebut penakut. Dia juga seorang peragu dan bimbang.

Akan tetapi, seperti apa Gideon sebelumnya tidak terlalu penting bagi TUHAN.

TUHAN telah memilih dia, dan karena itu TUHAN memberikan identitas yang baru kepada Gideon, “Pahlawan yang gagah berani”. Identitas itu bukan karena Gideon telah melakukan sesuatu, tetapi karena TUHAN menetapkannya demikian.

Setelah itu kita bisa melihat di pasal 7 bagaimana Gideon membangun pasukan untuk melawan tentara Midian dan Amalek yang datang untuk menyerang Israel. Tentara musuh begitu banyak, seperti pasir di laut banyaknya.

Oleh karena itu, Gideon memberi kabar ke seluruh suku di Israel untuk membantunya. 30.000 orang pun datang berkumpul untuk menjadi pasukan Gideon. Akan tetapi, apa kata TUHAN tentang hal itu? Terlalu banyak.

TUHAN memerintahkan Gideon untuk menyuruh mereka yang takut untuk pulang, dan pulanglah 2/3 dari orang banyak itu. Namun 10.000 orang pun masih terlalu banyak bagi TUHAN.

TUHAN menyuruh Gideon untuk melakukan seleksi berdasarkan bagaimana kewaspadaan mereka ketika minum air di sungai, dan dari jumlah itu didapatilah 300 orang yang tersisa.

TUHAN tidak tertarik dengan jumlah yang banyak. TUHAN punya cara sendiri untuk memberikan kemenangan kepada orang-orang pilihan-Nya. Identitas kita adalah apa yang dikatakan TUHAN tentang kita.

TUHAN menyebut kita pahlawan-Nya, namun pahlawan TUHAN bergerak mengikuti cara TUHAN bergerak. TUHAN tidak bekerja dengan cara-cara kita yang sempit dan terbatas, tetapi dengan cara-Nya tidak terbatas. Dengan 300 orang, Gideon memunahkan tentara Midian dan Amalek yang jumlahnya bisa menjadi 100.000 orang.

Hari ini mungkin Anda bergumul dengan kondisi Anda yang tidak ideal menurut ukuran-ukuran dunia. Mungkin kondisi keuangan Anda tidak ideal, kondisi keluarga Anda tidak ideal, atau dalam hubungan dengan pasangan hidup Anda dalam keadaan tidak ideal.

Mungkin juga Anda sudah berdoa dan merasa tidak ada jalan yang terbuka, atau mungkin Anda sudah bekerja keras mencoba banyak jalan, namun belum ada yang berhasil. Jika itu adalah keadaan Anda hari ini, mungkin Anda perlu berhenti sebentar dan memasang telinga kepada apa yang TUHAN ingin katakan tentang Anda.

Luangkan waktu kembali untuk membuka buku tua itu, dan merenungkan dalam keteduhan apa yang ingin dikatakan TUHAN tentang keadaan Anda.

Gideon si penakut, disebut pahlawan, dan dijadikan pahlawan oleh TUHAN. Identitas Anda adalah apa yang TUHAN katakan tentang Anda, dan setidaknya Anda bisa mendengar kata-kata ini bagi Anda: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16).

Saya percaya TUHAN juga mau memakai Anda dan saya sebagai pahlawan-Nya. dan bagi TUHAN Tidak Ada yang Mustahil. Haleluya!

 Not because of who I am
But because of what You’ve done
Not because of what I’ve done
But because of who You are *

* (Penggalan lirik  “Who Am I”, dari Casting Crowns)

0 Likes

Sammy Ladh

Just a bastard saved by grace. Studied English literature and Theology. Founder of Yayasan Rumah Impian Indonesia and a humble servant at Shine Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X
Share This